Para pelayat dari Manajemen Bhayangkara Solo FC, pemain, bahkan supporter Pasoepati tampak hadir di tempat peristirahatan terakhir mantan Kiper Pelita Solo ini.
Listianto meninggal dunia di Surabaya, Selasa (20/4) sekitar pukul 23.00 WIB. Pria yang akrab disapa ini menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya akibat serangan jantung.
Kepergian, pelatih kiper Bhayangkara Solo FC U-20 ini membawa duka yang mendalam bagi semua tim, pemain dan pelatih Bhayangkara Solo FC U-20, Fachrudin.
Menurut Fachrudin, Listianto yang merupakan mantan kiper Timnas Indonesia adalah sosok yang begitu ramah dan sudah seperti saudara baginya.
“Saya sangat kehilangan coach Bejo. Tidak hanya sebagai rekan kerja atau sahabat yg lama sekali kita kumpul, tetapi juga sebagai kakak dan saudara, dan almarhum juga menganggap sy demikian juga,” ujarnya.
Sementara itu, Manager BSFC U20, AKP Priyo Santoso menyebut sosok kelahiran Denpasar itu begitu senang dan bersemangat menjadi bagian dari Bhayangkara Solo FC U-20.
“Insya Allah Almarhum Khusnul Khotimah. Saya merasa kehilangan sekali sosok dari Almarhum Listianto Bejo, yang bersemangat dalam melatih dan tidak kenal lelah dalam mendidik para bibit pesepakbola Indonesia,” pungkasnya. (dam) Editor : Perdana Bayu Saputra