Sedianya, Liga 1 digulirkan 9 Juli. Disusul Liga 2, dua pekan berselang. Namun, kompetisi bergengsi di Tanah Air ini terpaksa ditunda. Setelah PSSI dan PT LIB selaku operator kompetisi terima surat edaran dari yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito, kemarin. Isinya, meminta agar Liga 1 dan Liga 2 ditunda hingga akhir Juli.
Kabar penundaan ini sampai juga di telinga manajemen Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo-. Mereka legawa, dua pesta yang sedianya bakal dirayakan di Stadion Manahan berantakan. Setelah muncul kabar Piala Walikota Solo dan Liga 2 ditunda.
“Kami ikut keputusan federasi. Toh pasti sudah melewati pertimbangan tertentu. Apalagi situasinya sedang seperti ini (pandemi Covid-19). Kami hormati (keputusan) itu,” terang Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Sejatinya, kemarin sore Alberto “Beto” Goncalves dkk memulai debut perdana di Stadion Manahan kontra AHHA PS Pati FC. Namun, Piala Walikota Solo tertunda setelah ada instruksi dari gubernur dan Polda Jateng. Alasannya, kasus Covid-19 di Jateng yang terus meningkat. “Semoga ke depannya situasi bisa membaik,” imbuh Bryan.
Kubu Bhayangkara Solo FC juga pasrah Piala Walikota Solo dan Liga 1 tertunda. Padahal tim berjuluk The Guardian ini sudah on fire.
“Sebenarnya kami sangat siap. Karena Piala Walikota Solo jadi ajang pemanasan sebelum Liga 1 dimulai. Tapi setelah ada keputusan semuanya ditunda, kami ikuti arahan yang berlaku. Toh ini demi kebaikan bersama,” sambung Media Officer Bhayangkara Solo FC Anggra Bratama. (nik/fer/ria)
Editor : Syahaamah Fikria