“Ya benar. Turnamen ditunda sampai PPKM darurat berakhir. Nanti akan dijadwalkan ulang,” terang Sekretaris Umum (Sekum) Putri Surakarta Dede Irawan kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (6/7).
Harusnya, turnamen pramusim ini jadi ajang memanasi mesin bagi Putri Surakarta. Sebelum terjun di Liga Putri Topskor, Oktober mendatang. Bahkan, berbagai program persiapan terlanjur digeber.
“Turnamen ini untuk menambah jam terbang pemain. Kami juga menargetkan juara di turnamen ini,” ungkapnya.
Di sisi lain, Putri Surakarta masih intens menelurkan bibit pemain sepak bola. Dede menyebut, potensi pemain sepak bola putri di Kota Bengawan terus berkembang. Tak hanya berasal dari Kota Solo saja. Bahkan kehadiran Putri Surakarta mampu meng-influence boibit-bibit muda di wilayah sekitar. Baik dari Klaten, Wonogiri, Sukoharjo, dan sekitranya.
“Mungkin karena belum ada klub sepak bola wanita di sekitar sini, jadi banyak yang minat gabung Putri Surakarta. Ya kami sangat senang dan menyambut dengan tangan terbuka. Karena antusiasmenya lumayan bagus. Bahkan dari berbagai usia ikut gabung. Kami open untuk siapa pun yang mau berlatih bersama,” sambung pelatih Putri Surakarta Maya Susmita. (nik/fer) Editor : Damianus Bram