Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kisah Abanda Rahman Nyaris Gabung Klub Timor Leste

Damianus Bram • Selasa, 27 Juli 2021 | 20:12 WIB
HOBI SNORKELING: Centerback Bek Bhayangkara Solo FC Abanda Rahman. (ISTIMEWA)
HOBI SNORKELING: Centerback Bek Bhayangkara Solo FC Abanda Rahman. (ISTIMEWA)
SIAPA sangka, centerback Bhayangkara Solo FC asal Makassar Abanda Rahman nyaris berkarir di Timor Leste. Yakni Lalenok United, awal musim lalu. Namun, pandemi Covid-19 memaksa dia merapat ke PSIS Semarang.

NIKKO AUGLANDY, Solo, Radar Solo

Sejatinya Abanda sempat menginjakkan kakinya di Timor Leste. Lalenok pasang target terjun di liga domestik Timor Leste, sekaligus membidik satu tiket ke Piala AFC. Namun, waktu itu Timor Leste memberlakukan lockdown bagi warga negara Indonesia (WNI).

“Setelah dengar ada kabar mau di-lockdown saya buru-buru ke perbatasan Indonesia, timbang gak bisa keluar. Akhirnya saya kembali ke PSIS Semarang. Kemarin sempat ikut Piala Menpora 2021. Tapi, manajemen Lalenok United masih membuka pintu, andai saya mau kembali ke sana,” terang Abanda kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (26/7).

Kini, Abanda resmi jadi bagian skuad Bhayangkara Solo FC yang akan terjun di Liga 1 musim ini. sejauh ini, banyak klub yang pernah dibela Abanda. Di antaranya PPSM Magelang (2010-2011), Madiun Putra (2012), Persepar Palangkaraya (2012-2013), PSM Makassar (2013-2014), Martapura (2015-2016), Gresik United (2017), Persik Kediri (2017), Persis Solo (2018), Kalteng Putra (2019), dan PSIS Semarang (2020-2021).

Ditanya persaingan, Abanda mengakui kompetisi di Timor Leste cukup kompetitif. Kendati klub yang terlibat bisa dihitung jari.

“Di Timor Leste, klub sebagian besar bentukan pengusaha. Bahkan mereka sangat open kepada sponsor dari luar negeri. Jadi, satu daerah bisa memiliki empat klub. Bahkan satu stadion bisa jadi homebase beberapa klub,” imbuhnya.

Abanda sejauh ini masih penasaran berkarir di Timor Leste. Apalagi, pembinaan pemain muda di sana cukup terorganisasi dengan baik. Bahkan, potensi pemain muda di sana tak kalah dengan Indonesia. Namun, masih butuh waktu panjang bagi Timor Leste agar bisa bersaing dengan negara-negara Asia Tenggara.

“Liga di Timor Leste sedang berkembang. Pelan-pelan. Maklum baru tujuh tahun jadi anggota FIFA. Di sana animonya memang belum sebesar Indonesia. Tapi ada beberapa legend yang dicap sebagai inspirasi pemain-pemain muda. Salah satunya Miro Baldo Bento yang pernah membela timnas Indonesia,” urainya.

Soal industri sepak bola di Timor Leste, Abanda sarankan harus segera berbenah. Apalagi, sisi nonteknis di negara yang dulunya bernama Timor Timur itu masih kental.

“Contohnya jersey dan sepatu. Di sana belum ada yang membuat sendiri. Kebanyakan masih impor dari Indonesia,” bebernya. (*/fer) Editor : Damianus Bram
#Bek BSFC Abanda Rahman #Kisah Abanda Rahman #Pemain Bhayangkara Solo FC Abanda Rahman