Surat terbuka ditandatangani petinggi APPI. Plus 18 perwakilan pemain klub Liga 1. Sebelumnya, para pemain Liga 1 hingga Liga 2, menggelorakan tagar #KamiSiapMain dan #PesepakbolaBersatu, beberapa hari lalu.
“Bapak Presiden yang kami hormati, profesi pesepak bola dianggap profesi dengan penghasilan besar, penuh kemewahan, dan ketenaran. Karena itulah, kami dianggap kalangan mampu yang jauh dari bantuan-bantuan pemerintah. Namun, apa artinya jika 16 bulan ini tidak ada penghasilan. Terlebih teman-teman kami di Liga-2. Pemotongan gaji, pemutusan kontrak sepihak, serta belum ada klub yang mau mengontrak. Karena status kompetisi belum jelas,” tulis surat terbuka tersebut.
Bek Persis Solo M. Abduh Lestaluhu ikut buka suara. “Surat terbuka untuk bapak Presiden Joko Widodo. Dari kami, pesepak bola Indonesia, yang merindukan aksi Bapak Presiden menendang kick off pembukaan liga,” tulis bek Persis Solo M. Abduh Lestaluhu di akun Instagram pribadinya @abduhlestaluhu_3, kemarin (29/7).
Sudah lebih dari 16 bulan, pemain menanti kompetisi digulirkan. Sebab APPI menganggap, sepak bola di negara ini bisa jadi hiburan untuk menambah imunitas masyarakat. Dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.
Abduh mengakui, sudah rindu berkompetisi. Maret lalu, dia sempat bergabung dengan Persikabo 1973 di turnamen Piala Menpora 2021. Namun, hanya sebatas turnamen pramusim.
“Semoga Liga 2 cepat berlanjut. Karena kami sudah lama libur berkompetisi. Kalau sampai tidak jalan lagi, berarti sudah dua tahun tidak ada kompetisi,” keluhnya. (nik/fer) Editor : Damianus Bram