Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Kisah Bersaudara Nunung-Tommy, Jebolan Primavera Baretti

Damianus Bram • Minggu, 1 Agustus 2021 | 20:56 WIB
TEBAR ILMU: Coach Haryanto “Tommy” Prasetyo saat memberikan pelatihan kepada pemain Persis Solo, belum lama ini. (OFISIAL PERSIS SOLO)
TEBAR ILMU: Coach Haryanto “Tommy” Prasetyo saat memberikan pelatihan kepada pemain Persis Solo, belum lama ini. (OFISIAL PERSIS SOLO)
SOLO DNA sepak bola mengalir dalam darah dua pemain jebolan Primavera Baretti, Indriyanto “Nunung” Nugroho dan Haryanto “Tommy” Prasetyo. Maklum, ayah mereka Sutioso Budiharjo dan ibunya, Esti juga pemaim bola.

Haryanto “Tommy” Prasetyo saat ini tercatat sebagai asisten pelatih Persis Solo. Mendampingi pelatih utama yang dipercayakan kepada Eko Purdjianto. Sedangkan Nunung (sapaan akrab Indriyanto Nugroho) kini jadi asisten pelatih U-16. Di bawah komando Bima Sakti.

Rupanya, darah sepak bola Nunung dan Tommy, mengalir dari kedua orang tuanya. Ayah mereka, Sutioso Budiharjo alias Sentun, pernah membela panji Persis Solo di era 70-an.

“Ibu saya, Esti, dulu striker di klub Putri Mojolaban di kompetisi Galanita. Adik saya Indriawan juga pemain bola. Dulu sempat gabung Persijatim Solo FC bareng saya. Tapi tidak lama karirnya. Jadi bisa dibilang kami ini keluarga bola,” terang asisten pelatih asal Mojolaban, Sukoharjo tersebut kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (30/7).

Nama Tommy melambung saat menimba ilmu di Italia. Dia tergabung di tim Baretti. Menyusul jejak Nunung yang tergabung di tim Primavera, bersama Eko Purdjianto.

“Saya termotivasi dari kakak (Nunung) yang bisa masuk Primavera. Bapak selalu memotivasi saya. Belia bilang, kalau bisa, prestasimu harus sama seperti kakak. Bersyukur saya bisa menyusul ke Italia. Pengalaman di sana, saya bawa sampai sekarang. Termasuk dalam teknik kepelatihan saya,” imbuh Tommy.

Sepulang dari Negeri Pizza, Tommy sempat bergabung dengan sederet klub. Mulai dari Pelita Solo (2000-2001), Persijatim Solo FC  (2002-2003), Persijap Jepara (2004-2005), PSS Sleman (2006), Persiku Kudus (2008), Persis Solo  (2009), dan Manado United (2010).

Setelah gantung sepatu, Tommy mulai menimba ilmu kepelatihan usia dini di Jakarta. Lalu kembangkan SSB Kabomania di Bogor, 2012 silam. Dia juga sempat membentuk Badak Lampung FC di kompetisi Elite Pro Academy U-16 pada 2019, sebelum bergabung Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo–.

“Setelah pensiun, saya ingin tetap di sepak bola. Jadi pelatih banyak tantangannya. Pegang pemain usia dini sampai pro, beda penanganannya,” ujarnya.

Selama melatih, Tommy selalu memotivasi anak didiknya untuk terus maju. Pantang menyerah dan giat berlatih. “Selama karir saya, usia 16-17 tahun merupakan masa genting. Harus memilih, mau terus berjuang atau tidak. Saran saya, kalau mau maju, tidak boleh menyerah. Tapi semua tergantung keberuntungan dan potensi masing-masing,” pesannya. (nik/fer) Editor : Damianus Bram
#Pelatih Sepak Bola #haryanto prasetyo #Indriyanto Nugroho #Nunung dan Tommy