Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kans Kapten Persis Solo Ada di Eky Taufik dan Alberto Goncalves

Damianus Bram • Selasa, 3 Agustus 2021 | 19:54 WIB
PUTRA DAERAH: Kapten Persis Solo Eky Taufik saat berlatih dengan rekan satu tim di Stadion UNS, belum lama ini. (OFISIAL PERSIS SOLO FOR RADAR SOLO)
PUTRA DAERAH: Kapten Persis Solo Eky Taufik saat berlatih dengan rekan satu tim di Stadion UNS, belum lama ini. (OFISIAL PERSIS SOLO FOR RADAR SOLO)
SOLO – Peran kapten dalam sebuah tim sepak bola cukup krusial. Tak hanya menjembatani strategi pelatih di lapangan. Namun juga bisa membangun chemistry antar pemain. Baik di dalam maupun luar lapangan. Nah, kans terbesar jabatan el capitano ada di tangan Eky Taufik dan Alberto “Beto” Goncalves.

Sementara ini, ban kapten masih melekat di pundak Eky Taufik. Pemain asal Sragen tersebut beberapa kali ditunjuk jadi el capitano. Dalam sejumlah ekshibisi yang dilakoni Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo–.

Maklum, Eky sebelum menyeberang ke Persis, sempat diplot jadi kapten Persela Lamongan. Nah, pengalaman tersebut yang jadi acuan jajaran pelatih Persis di bawah komando Eko Purdjianto. Eky bakal bersaing dengan bomber naturalisasi Alberto “Beto” Beto Goncalves. Pernah menyandang ban kapten saat meladeni Persika Karanganyar dalam uji coba di lapangan R.M. Said.

“Semua pemain ada kesempatan jadi kapten. Tapi kapten sementara Eky. Waktu lawan Persika Karanganyar, kaptennya Beto,” terang Eko Purdjianto kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (2/8).

Diakui Eko, cukup banyak penggawa Persis yang punya jiwa kepemimpinan. “(Kapten) masih tentatif. Kami berharap kompetisi diputar dulu,” harapnya.

Sementara itu, Eky menyebut jabatan kapten memiliki tanggung jawab besar. Dia mengaku masih banyak pemain yang lebih pantas. Terutama pemain senior.

“Jadi kapten tidak semudah yang orang lihat. Apalagi jaminan pemain inti. Banyak tanggung jawab di dalam maupun luar lapangan. Tugas utamanya, harus ikut memberi motivasi pemain lain. Supaya target membawa Persis promosi Liga 1 dan juara Liga 2 tercapai,” ujar Eky.

Di tubuh Laskar Sambernyawa, berjajar pemain yang punya jiwa kepemimpinan. Ambil contoh Rian Miziar. Musim lalu dia diplot jadi kapten Muba Babel United. Kemudian M. Abduh Lestaluhu, eks kapten Persikabo 1973. Termasuk Fery Komul dan Asep Budi yang sempat cicipi ban kapten Persiraja Banda Aceh.

“Kami menciptakan komunikasi yang baik di lapangan dan mes. Interaksi lumayan bagus. Kami selalu bercanda, sopan dalam bertindak, dan tetap respect antarsesama. Termasuk dengan semua elemen di tim ini. Semua kami rangkul. Itu sering saya lakukan untuk membangun harmonisasi di Persis Solo,” tandas Eky. (nik/fer) Editor : Damianus Bram
#persis solo #kapten persis solo #Eky Taufik #Alberto “Beto” Goncalves