Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NPC Indonesia Rima Ferdianto menyebut, ke-23 atletnya siap tempur. Mereka bakal bertarung habis-habisan. Sekaligus mengawinkan emas yang diraih pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu dari cabang olahraga (cabor) bulu tangkis.
“Selama keikutsertaan Indonesia di Paralimpiade, belum sekali pun bisa meraih emas. Semoga kami bisa tahun ini. Pelung terbesar ada di cabor bulu tangkis,” beber Rima kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (6/8).
Cabor bulu tangkis NPC Indonesia bakal andalkan tujuh atlet terbaiknya. Yakni Fredy Setiawan, Hary Susanto, Dheva Anrimusthi, Leani Ratri Oktila, Khalimatus Sa'diyah, Ukun Rukaendi, dan Suryo Nugroho.
Terkait kelas yang diandalkan mendulang medali, yakni women single standing lower 4 (WS SL4). Bertumpu pada sosok Leani Ratri sebagai peringkat satu dunia. Leani juga tercatat menduduki peringkat pertama kelas mixed doubles standing lower 3-standing upper 5 (XD SL3-SU5). Berpasangan dengan Hary Susanto.
Kelas lain yang diikuti Leani, yakni women's doubles standing lower 3-standing upper 5 (WD SL3-SU5). Berpasangan dengan Khalimatus Sa'diyah. Keduanya tercatat menduduki posisi kedua dunia.
Selain bulu tangkis, NPC Indonesia juga berharap pundi-pundi medali dari cabor angkat berat. Mengandalkan lifter Ni Nengah Widiasih. Sebagai catatan, Ni Nengah menggondol perunggu di ajang Paralimpiade Rio De Janeiro 2016 di Brasil.
Kans lainnya juga terbuka di cabor tenis meja. Melalui sosok David Jacobs. Peraih perunggu Olimpiade London 2012. “Peluang di atletik dan renang meraih medali juga cukup terbuka. Kami optimistis semua wakil bangsa ini akan memberikan yang terbaik,” bebernya.
Sementara itu, kontingen NPC Indonesia berkekuatan 53 orang. Mulai dari atlet, pelatih, ofisial pendukung, chief de mission (CDM), termasuk presiden dan sekjen NPC Indonesia. Pemberangkatan rombongan dibagi empat kloter. Dimulai 17 Agustus. Kloter pertama dihuni atlet, pelatih, dan ofisial cabor tenis meja, renang, dan para cycling.
Dua hari berselang, 19 Agustus, berangkat satu-satunya atlet power lifting (angkat berat) Ni Nengah Widiasih dan pelatih. Sedangkan tujuh atlet atletik masuk kloter ketiga. Terbang ke Tokyo pada 20 Agustus mendatang. Disusul dua wakil dari cabor menembak pada 23 Agustus.
“Sengaja kami bagi dalam beberapa kloter. Langkah ini kami ambil untuk efisiensi dan menjaga kondisi atlet. Karena harus disesuaikan jadwal tanding atlet di Tokyo,” tandasnya. (nik/fer)
Editor : Syahaamah Fikria