Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bulu Tangkis NPC Indonesia Siap Susul Sukses Greysia-Apriyani di Tokyo

Syahaamah Fikria • Minggu, 8 Agustus 2021 | 05:34 WIB
Fredy Setiawan, salah satu atlet NPC Indonesia dari cabor bulu tangkis yang akan berlaga di Paralimpiade Tokyo 2020. (NPC INDONESIA FOR RADAR SOLO)
Fredy Setiawan, salah satu atlet NPC Indonesia dari cabor bulu tangkis yang akan berlaga di Paralimpiade Tokyo 2020. (NPC INDONESIA FOR RADAR SOLO)
NPC Indonesia masih penasaran dengan Paralimpiade. Maklum, sejauh ini belum satu pun medali emas dibawa pulang. Tak heran, target tinggi diincar. Ketika 23 duta bangsa terbaik tampil di Paralimpiade Tokyo 2020.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NPC Indonesia Rima Ferdianto menyebut, ke-23 atletnya siap tempur. Mereka bakal bertarung habis-habisan. Sekaligus mengawinkan emas yang diraih pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu dari cabang olahraga (cabor) bulu tangkis.

“Selama keikutsertaan Indonesia di Paralimpiade, belum sekali pun bisa meraih emas. Semoga kami bisa tahun ini. Pelung terbesar ada di cabor bulu tangkis,” beber Rima kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (6/8).

Cabor bulu tangkis NPC Indonesia bakal andalkan tujuh atlet terbaiknya. Yakni Fredy Setiawan, Hary Susanto, Dheva Anrimusthi, Leani Ratri Oktila, Khalimatus Sa'diyah, Ukun Rukaendi, dan Suryo Nugroho.

Terkait kelas yang diandalkan mendulang medali, yakni women single standing lower 4 (WS SL4). Bertumpu pada sosok Leani Ratri sebagai peringkat satu dunia. Leani juga tercatat menduduki peringkat pertama kelas mixed doubles standing lower 3-standing upper 5 (XD SL3-SU5). Berpasangan dengan Hary Susanto.

Kelas lain yang diikuti Leani, yakni women's doubles standing lower 3-standing upper 5 (WD SL3-SU5). Berpasangan dengan Khalimatus Sa'diyah. Keduanya tercatat menduduki posisi kedua dunia.

Selain bulu tangkis, NPC Indonesia juga berharap pundi-pundi medali dari cabor angkat berat. Mengandalkan lifter Ni Nengah Widiasih. Sebagai catatan, Ni Nengah menggondol perunggu di ajang Paralimpiade Rio De Janeiro 2016 di Brasil.

Kans lainnya juga terbuka di cabor tenis meja. Melalui sosok David Jacobs. Peraih perunggu Olimpiade London 2012. “Peluang di atletik dan renang meraih medali juga cukup terbuka. Kami optimistis semua wakil bangsa ini akan memberikan yang terbaik,” bebernya.

Sementara itu, kontingen NPC Indonesia berkekuatan 53 orang. Mulai dari atlet, pelatih, ofisial pendukung, chief de mission (CDM), termasuk presiden dan sekjen NPC Indonesia. Pemberangkatan rombongan dibagi empat kloter. Dimulai 17 Agustus. Kloter pertama dihuni atlet, pelatih, dan ofisial cabor tenis meja, renang, dan para cycling.

Dua hari berselang, 19 Agustus, berangkat satu-satunya atlet power lifting (angkat berat) Ni Nengah Widiasih dan pelatih. Sedangkan tujuh atlet atletik masuk kloter ketiga. Terbang ke Tokyo pada 20 Agustus mendatang. Disusul dua wakil dari cabor menembak pada 23 Agustus.

“Sengaja kami bagi dalam beberapa kloter. Langkah ini kami ambil untuk efisiensi dan menjaga kondisi atlet. Karena harus disesuaikan jadwal tanding atlet di Tokyo,” tandasnya. (nik/fer)

  Editor : Syahaamah Fikria
#NPC Indonesia #paralimpiade tokyo 2020 #cabor bulu tangkis