Pantauan Jawa Pos Radar Solo, seluruh atlet tampak semangat divaksin. Beberapa dari mereka mengantre menggunakan kursi roda dengan didorong pendampingnya masing-masing.
Adrian Margata Kasih, salah seorang pelatih menuturkan lega. Sebab dengan divaksin, syarat perjalanan jauh sudah terpenuhi. Selain itu, diharapkan imunitas meningkat.
"Kami sempat khawatir, bagaimana caranya berangkat (karena belum divaksin). Akhirnya mendapat kesempatan vaksinasi. Tidak hanya atlet, tapi juga official, pendamping, serta pelatih," ujarnya.
Atlet paralimpik yang mengikuti vaksinasi siang kemarin merupakan dari cabang olahraga (cabor) boccia dan bulutangkis. Untuk cabor lainnya, Adrian kurang mengetahuinya karena lokasi latihan berbeda.
“Kami di sini sejak Maret. Melakukan pemusatan latihan di NPC. Fisik serta mental terus ditempa. Kami juga melakukan swab antigen secara berkala. Alhamdulillah semua sehat,” ujarnya.
Kapan pemberian vaksin dosis II? Adrian belum bisa memastikan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua. "Karena September harus sudah sampai sana," kata dia.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menuturkan, vaksinasi bagi atlet paralimpik masuk dalam program Vaksinasi Merdeka Candi. Polresta Surakarta menargetkan 4.000 dosis vaksin dalam sehari untuk masyarakat Kota Solo hingga 17 Agustus.
Kuota vaksin tersebut diluar jatah pemkot. Mengingat target vaksin cukup banyak, polresta mengerahkan Bhabinkamtibmas untuk menjaring masyarakat yang sudah masuk kualifikasi vaksin agar segera memanfaatkan layanan tersebut.
"Sasaran vaksinasi di dua lokasi, yakni Graha Saba Buana dan Gelora Bung Karno Manahan," ucap Ade.
Kapolresta optimistis, pertengahan Agustus, vaksinasi mencapai 80 persen. "Vaksinasi dikerjakan tiga unsur, yakni TNI, Polri, dan dinkes. Dibantu sukarelawan. Bhabinkamtibmas juga aktif koordinasi dengan ketua RT dan RW. Kami siapkan transportasi jika ada warga terkendala tidak ada yang mengantar ke lokasi vaksinasi," ucapnya. (atn/wa/dam) Editor : Damianus Bram