“Instruksi Askab (Asosiasi Kabupaten) PSSI Karanganyar, kami hanya akan mencari 24 pemain. Saya kira lebih dari cukup,” terang Pelatih Persika Karanganyar Beny Andriyawan Wahyu kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (9/8).
Jika hasil seleksi di luar harapan, manajemen tidak khawatir. Buktinya, Singo Lawu tidak akan membuka seleksi terbuka. Solusinya, bakal maksimalkan potensi pemain lokal. Terutama penggawa Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Sudah dibentuk sejak beberapa bulan lalu.
“Semi efisiensi waktu persiapan. Kalau jadi digelar Oktober, waktu yang kami miliki sekitar dua bulan. Sementara kami fokus seleksi pemain dulu,” imbuhnya.
Selama pembentukan tim, Beny tak sendiri. Bakal didampingi Tim Songo. Bentukan Askab PSSI Karanganyar. Dihuni sembilan sosok pilihan. Sangat memahami kultur sepak bola di Bumi Intanpari.
“Jadi, pemain yang diseleksi dari tim porprov dan hasil catatan Tim Songo. Karena waktu persiapan mepet. Persika tidak bisa menggelar seleksi terbuka,” ujar Beny yang pernah diplot jadi asisten pelatih Persis Solo tersebut.
Sebagai catatan, Singo Lawu sudah lama vakum dari jagat kompetisi sepak bola nasional. Nyaris satu dekade. Kebangkitan Persika ditandai era baru kepemimpinan Prihanto sebagai Ketua Umum (Ketum) Askab PSSI Karanganyar, tahun lalu.
Bahkan, tim bayangan sudah dibentuk tahun lalu. Dibawah komando pelatih Aris Budi Sulistyo. Sayang, pandemi Covid-19 memaksa kompetisi Liga 3 dibatalkan. (nik/fer/dam) Editor : Damianus Bram