Tak sendirian, Gatot bakal didampingi Haryadi “Poetul” sebagai asisten pelatih. Ini musim kedua eks bek tengah Persis Solo tersebut di Kota Susu.
“Ini tantangan bagi saya. Ada beberapa pertimbangan kenapa saya memilih Persebi. Walaupun ada dua klub lain yang ajukan penawaran. Saya pilih Persebi karena dekat dengan rumah. Selain itu, potensi pemain Boyolali menjanjikan. Terutama tim manajemen yang sangat serius,” ujar Gatot kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (10/8).
Di Persebi, Gatot diberi keleluasaan meramu tim. Rencananya, bakal membuka seleksi khusus putra daerah.
“Jadi, hanya pemain ber-KTP Boyolali atau tinggal di Boyolali saja yang ikut. Termasuk pemain yang ikut klub kecamatan di Boyolali saja. Seleksi digelar tiga hari di lapangan Tumang, 12-14 Agustus,” imbuh Gatot.
Sementara itu, jam terbang pria yang akrab disapa Mbah Gatot tersebut tak diragukan lagi. Pelatih asal Magelang ini sudah meracik sejumlah klub di Jateng. Salah satunya PSCS Cilacap.
Di tangan Gatot, Laskar Nusakambangan –julukan PSCS Cilacap– juara ISC B musim kompetisi 2016. Usai mengalahkan PSS Sleman 4-3 di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara.
“Pertandingan yang paling saya ingat, waktu melatih PPSM Magelang musim 2015. Kami menang dramatis 3-2 di Stadion Manahan. Seingat saya waktu turnamen Piala Kemerdekaan,” bebernya.
Gatot juga sempat menukangi PSIP Pemalang. Juara Liga 3 2018 Zona Jateng. Semusim berikutnya, merapat ke Persipa Pati. Lalu Persibangga Purbalingga. Terakhir, dia menukangi tim sepak bola putri Pra-PON DI Jogjakarta. (nik/fer/dam) Editor : Damianus Bram