Sejatinya, Putri Surakarta sudah terima formulir pendaftaran yang disebar panitia pertandingan, Senin (23/8). Namun, tidak segera dikembalikan ke panitia. Karena masih menimbang terkait regulasi turnamen.
“Kami koordinasikan dulu dengan pelatih Maya Susmita. Sehari kemudian, kami dapat informasi slot peserta turnamen lengkap. Kami hanya bisa pasrah. Dan dipastikan tak ikut turnamen ini,” terang Sekretaris Umum (Sekum) Putri Surakarta Dede Irawan kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (26/8).
Turnamen ini diikuti tuan rumah Alaska Putri Klaten. Bersama Bina Nusantara Putri Klaten, Bina Bangsa Putri Brebes, Ratanika Putri Semarang, Bintang Manis Kebumen, dan GMM Kartini Wonosobo.
“Kami tidak mempermasalahkan. Kami mendoakan semoga turnamen lancar dan bisa jadi wadah yang bagus untuk meningkatkan jam terbang pemain sepak bola putri di Jateng. Kami sadar, karena pandemi pesertanya dibatasi,” imbuh Dede.
Sementara itu, Putri Surakarta masih memiliki jadwal kejuaraan di depan mata. Yakni prakompetisi Liga Topskor di Jakarta. Rencananya, turnamen digeber 6-15 September. Sejauh ini, pihak panitia masih menunggu restu dari satgas Covid-19 di ibu kota.
“Tujuan kami selain pembinaan, juga meningkatkan kualitas permainan. Semoga kami bisa ikut beberapa kompetisi. Karena kami ingin potensi pemain dari Kota Solo dan sekitarnya terasah,” bebernya. (nik/fer/dam) Editor : Damianus Bram