Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Forki Boyolali Siap Kirimkan Atlet Karate di Berbagai Ajang Kejuaraan

Damianus Bram • Minggu, 5 September 2021 | 17:54 WIB
Pengurus Forki Boyolali siap tancap Gas. (ISTIMEWA)
Pengurus Forki Boyolali siap tancap Gas. (ISTIMEWA)
BOYOLALI  - Langkah stategis disiapkan Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Boyolali. Pasca reorganisasi, Forki siap tancap gas. Dua atlet asli Kota Susu akan dikirimkan untuk kejuaraan tingkat Jawa Tengah (Jateng) maupun Nasional.

Ketua Umum Forki Boyolali Much Ichsanudin mengatakan banyak bibit atlet yang berpotensi di Boyolali. Mereka disiapkan untuk kejuaraan nasional maupun internasional. Apalabi pasca reorganisasi, pembentukan pengurus segera dilakikan.

"Tahap pertama tentu mengisi kepengurusan lengkap setelah saya terpilih dalam Muscab Forki Boyolali yang digelar pada Sabtu (4/9). Setelah itu langsung tancap gas pembenahan organisasi dan penggemblengan atlet. Apalagi sudah ada janji Forki Jateng untuk membantu peralatan," ungkapnya pada Minggu (5/9).

Ada dua atlet unggulan yang dipersiapkan. Yakni atlet tunggal putri dan ganda putra. Bahkan atlet ganda putra telah memboyong dua mendali emas dikejuaraan provinsi dan nasional. Selanjutnya, para atlet akan digembleng dan dipenuhi gizinya.

Wakil Ketua 2 Bidang Hukum dan Disiplin Forki Jateng, Adam Prabowo berpesan agar pengurus Forki Cabang Boyolali periode 2021- 2025 segera berbenah dan secepatnya menyusun agenda kerja. Boyolali memiliki tantangan besar karena atlet daerah masih tertinggal dan belum mampu berkiprah banyak di tingkat Jateng maupun nasional.

"Sebenarnya kepengurusan Boyolali ini sudah berakhir pada April lalu. Namun karena terkendala PPKM maka Muscab baru dilaksanakan awal September ini," jelasnya.

Adam berpesan agar Forki Boyolali menjalin hubungan harmonis dengan KONI setempat. Mengingat, anggaran organisasi Forki juga berasal dari KONI. Dana tersebut bisa digunakan untuk mengerakkan organisasi serta mencetak atlet berprestasi. Tak hanya itu juga mencetak wasit juri dan pelatih.

"Kalau wasit dan juri ini aturan pertandingan bisa diberitahukan ke para atlet agar tidak ngawur saat bertanding. Selain itu, banyak juga atlet muda, mereka harus dijaga dan dirawat dengan pelatihan intensif. Karena belajar dari pengalaman yang sudah ada, seringkali atlet akan hilang dari daerah setelah lulus SMA dan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Mereka tetap berlatih intensif, namun justru dirawat oleh daerah lain tempat atlet itu menimba ilmu. "Saya maksudkan untuk terus dirawat, agar saat dibutuhkan maka atlet itu tetap bersedia membela nama Boyolali," pesannya. (rgl/dam) Editor : Damianus Bram
#Ketua Umum Forki Boyolali Much Ichsanudin #Atlet Karate di Boyolali #ederasi Olahraga Karate-do Indonesia #Forki Boyolali