“Kalau ditanya kenapa saya yakin untuk gabung tim ini, tentu karena melihat keseriusan tim ini. Manajemen membidik tiket promosi ke Liga 2. Saya sendiri suka tantangan. Kalau cuman ikut kompetisi saja, percuma,” tegasnya.
Sebagai pemain sepakbola, kiprah Joko sudah malang melintang. Banyak klub besar di Liga Indonesia yang sudah menggunakan jasanya. Dia sempat merantau di klub Pelita Jaya (2010-2012), Arema Cronus (2013), Persisam Samarinda (2013-2014), Persela lamongan (2014), Perserang Serang (2015), PSGC Ciamis (2016-2017, 2019), Kalteng Putra (2018), dan AA Tiga Naga (2020).
Joko tak sendiri, ada satu pemain senior lainnya yang juga ikuit bergabung, yakni Dedi Cahyono, eks winger Persis Solo. Di Persebi, Dedi bahkan ditunjuk jadi kapten. Soal materi skuad Persebi, Joko mengaku cukup optimistis.
Di Liga 3, Persebi akan masuk di grup E. Dimana grup ini akan dipertandingkan di Stadion Bumi Phala Temanggung. Kompetitor Persebi di babak awal antara lain adalah Persitema Temanggung, PSISa Salatiga, Ebod Jaya Kebumen, dan Persikama Kab Magelang.
Pekan lalu Persebi sempat bertemu PSISa Salatiga di kandangnya di Stadion Kridanggo. Saat itu tuan rumah menang 2-1.
“Tetap yakin dengan tim, walaupun masih dalam masa transisi untuk penyesuaian. Tapi kami mulai kompak di lapangan,” ujarnya.
Jogja, yakni PS HW 4-2, 26 September kemarin, hingga sempat mengalahkan klub internal Persis, yakni PS Mars 2-0 pekan lalu.
Beberapa hari lalu, Persebi juga uji coba. Menariknya klub ini menang 8-1 atas Sandung Riwut asal Karanganyar (29/9). Joko sukses mencetak lima gol di laga ini. (nik) Editor : Niko auglandy