Laju Persis di tiga laga awal agak tersendat. Usai menjungkalkan PSG Pati dengan skot 2-0, dua laga terakhir justru berakhir imbang. Tepatnya saat diimbangi Persijap Jepara (1-1) dan PSIM Jogja dengan skor kacamata.
Memang, jarak Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo– dengan pemuncak klasemen sementara Grup C PSCS Cilacap lumayan jauh. Terpaut 4 poin. Namun, skuad asuhan Eko Purdjianto masih berada di jalur perburuan tiket babak delapan besar. Dengan catatan bisa memaksimalkan tujuh laga tersisa di depan mata.
“Semua Pemain ingin memenangi setiap laga. Karena kami juga punya target. Kompetisi masih panjang. Kami harus cepat move on. Kami akan terus berusaha (tampil) lebih baik lagi di laga selanjutnya,” ungkap kiper utama Persis Solo Wahyu Tri Nugroho, kemarin (14/10).
WTN menegaskan, hasil seri dalam Derby Mataram versus PSIM, Selasa (12/10), meleset dari target. Dia juga meminta maaf kepada pendukung setia Persis. Sekaligus membantah kehilangan motivasi gara-gara tanpa dukungan suporter dari atas tribun.
“Semua pemain sangat antusias memenangkan pertandingan. Termasuk melawan PSIM Jogja. Namun, banyak peluang yang tercipta, semuanya gagal,” imbuhnya.
Eks portiere Bhayangkara FC ini juga mengapresiasi dukungan moril dari pendukung Persis, sebelum tampil di Derby Mataram. Ketika ratusan suporter mendatangi mes pemain untuk menyuntik motivasi Alberto “Beto” Goncalves dkk.
“Ekspektasi memang tinggi. Kami mau menang. Di lapangan kami sudah mencoba. Tapi hasilnya kurang maksimal,” klaim WTN. (nik/fer/dam) Editor : Damianus Bram