Dalam cuplikan video yang beredar di media sosial, eks kapolres Sidoarjo, Jawa Timur ini mendekatkan wajah ke Robert. Gesturnya seakan meludah. Saat dikonfirmasi, Sumardji membantah melakukan tindakan hina seperti itu.
“Tidak ada insiden meludah. Kalau memang ada, pasti pelatih Persib sudah meminta klarifikasi. Saya tidak mungkin melakukan hal sekonyol itu,” terang Sumardji, kemarin (17/10).
Sumardji menambahkan, postur Rene lebih tinggi darinya. Dia hanya berusaha mendekatkan muka saja. “Namun yang keluar justru narasinya berbeda (terkesan meludah, red),” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sumardji justru menyebut Rene terkesan menyinggung institusi Polri. Karena menganggap ikut cawe-cawe dalam sepak bola.
“Dia berulang kali rasis dan menuduh polisi mengatur pertandingan. Makanya itu, saya mempertanyakan, maksudnya apa? Seharusnya Rene dan ofisial (Persib) jangan membawa nama institusi,” tegasnya.
Kendati demikian, Sumardji memastikan insiden tersebut sudah selesai dan berakhir damai. “Sama-sama klarifikasi dan selesai. Kami sudah saling memaafkan,” bebernya pria yang kini menjabat Dirlantas Polda Bengkulu tersebut.
Kubu Rene juga menegaskan masalah ini sudah selesai. “Hanya emosional, bukan meludah. Dia seperti ingin menyampaikan sesuatu. Terlihat seperti mendekati, bukan meludah,” ujarnya.
Sementara itu, laga lanjutan BRI Liga 1 ini dimenangi Persib 2-0. Meski kalah, Bhayangkara FC tetap masih memuncaki klasemen. Disusul Persib di posisi kedua dengan gap hanya 1 poin. (nik/fer/dam) Editor : Damianus Bram