Centerback Persis Solo Rian Miziar menganggap duel ini cukup berat. Misi yang tak mudah bagi timnya dalam mengamankan tiga poin. Tapi jika mampu menang atas Laskar Hiu Selatan (julukan PSCS), Persis bakal kudet.
Hingga matchday keempat, Persis hanya tertinggal dua poin dari PSCS. Hasil dua kali menang dan dua kali imbang.
“Kami optimistis bisa meraih kemenangan di laga-laga berikutnya. Termasuk melawan PSCS. Saat ini kami harus segera fokus untuk melawan PSCS,” terang Rian Miziar, kemarin (20/10).
Berkaca performa melawan HWFC, belum ada perkembangan berarti di tubuh Persis. Performa Eky Taufik dkk kurang mengkilap. Kendati mampu menguasai jalannya pertandingan. Unggul ball possession 59 persen berbanding 41 persen buat HWFC.
Handicap lainnya, barisan depan kurang greget. Dari 10 kali percobaan, hanya enam yang menemui sasaran.
“Setelah ditahan seri Persijap Jepara dan PSIM Jogja, kami mendapat sesuatu yang besar untuk direspons dan dievaluasi. Tentu kemenangan atas Hizbul Wathan jadi semangat kami untuk memberikan yang lebih baik lagi di lapangan,” urai tandem Fabiano Belrame tersebut.
Sementara itu, tim kepelatihan bond kebanggan wong Solo belum menemukan komposisi pemain yang paten. Eko Purdjianto masih sering mengubah taktik di empat laga yang sudah berjalan. Ini yang harus segera dibenahi, setelah kehadiran Misha Radovic sebagai direktur teknik.
“Semua yang terlibat di dalam klub harus disiplin, baik di dalam maupun di luar lapangan. Disiplin, kerja keras, komitmen, dan respek. Itu kunci yang akan saya pegang di Persis Solo ,” beber Misha. (nik/fer/dam) Editor : Damianus Bram