Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Terseret Konflik Perserang Serang, Ini Respons Rans Cilegon FC

Niko auglandy • Minggu, 31 Oktober 2021 | 17:17 WIB
Bintang Rans Cilegon FC Cristian Gonzales saat dimainkan melawan Perserang Serang. (INSTAGRAM RANS CILEGON FC)
Bintang Rans Cilegon FC Cristian Gonzales saat dimainkan melawan Perserang Serang. (INSTAGRAM RANS CILEGON FC)
RADARSOLO.ID - Isu pengaturan skor kembali menghantam sepak bola Indonesia. Kabar datang dari salah satu klub Liga 2 Perserang Serang yang ikut menyeret nama Rans Cilegon FC di dalamnya.

Menyikapi hal tersebut Rans telah berkomunikasi dengan manajer dan media officer Perserang untuk mengklarifikasi dan mengkonfirmasi.

"Kami sudah melakukan konfirmasi. Oknum yang diduga mengajak main pemain Perserang, bukan dan tidak ada hubungannya dengan Rans Cilegon FC," ungkap Presiden Rans Cilegon FC Roofi Ardian dalam rilis resminya.

Pihaknya juga menegaskan sangat mendukung beberapa pihak terkait untuk mengusut kasus tersebut.

"Kami juga sangat mendukung dan pengapresiasi tindakan yang dilakukan manajemen Perserang dalam upaya pemberantasan pengaturan skor atau match fixing. Ini untuk menciptakan sepak bola yang bersih dan menjunjung tinggi sportivitas," ujar Roofi yang siap bekerja sama dengan pihak manapun untuk menuntaskan isu pengaturan skor tersebut.

Rans cilegon United FC berharap hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi insan sepak bola di Indonesia, serta menutup ruang gerak oknum-oknum perusak citra, demi masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik.

Sementara itu pertemuan Perserang dan Rans di putaran pertama grup B Liga 2 2021, terjadi di Stadion Madya Jakarta, 12 Oktober yang lalu. Kala itu kedua tim bermain imbang 0-0.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Perserang resmi melaporkan dugaan pengaturan skor pertandingan Liga 2 yang dilakukan sejumlah pihak dan melibatkan pemainnya, Kamis (28/10). Laporan disampaikan kepada PSSI setelah sebelumnya manajemen Perserang memberhentikan dengan tidak hormat lima pemain dan seorang pelatih.

Manajer Perserang, Babay Karnawi dalam keterangan tertulisnya mengatakan, berdasar sejumlah informasi, pengakuan dan barang bukti yang dimilikinya, manajemen Perserang melaporkan inidikasi pengaturan skor yang ditemukan kepada PSSI sesuai dengan yurisdiksi sepak bola.

Babay melanjutkan, Perserang melaporkan kondisi yang terjadi di Perserang dalam rangka meminta Badan Yudisial PSSI menindak secara tegas seluruh pihak-pihak yang terlibat dalam upaya pengaturan skor ini.

"Sebagai anggota, kami melaporkan agar PSSI melindungi klub, pemain, pelatih dan ofisial Liga 2 dari praktik seperti ini dengan memperketat pengawasan dalam jurisdiksi sepak bola di Liga 2," kata Jibay.

Menurut Jibay, indikasi pengaturan skor pertandingan ditemukan dalam sejumlah laga yang dijalani Perserang di Liga 2 musim ini. Dugaan praktik pengaturan skor pertandingan yang dimaksud diindikasikan telah dilakukan oleh pihak luar dengan mengajak sejumlah pemain Perserang Serang.

"Beberapa orang telah menghubungi sejumlah pemain Perserang untuk membuat Perserang kalah dalam pertandingan melawan RANS Cilegon FC, Persekat Tegal dan Badak Lampung FC," kata Babay.

Berdasar bukti berikut pengakuan dari pemain dan pelatih, kata Babay, maka kemudian Perserang Serang telah melakukan tindakan tegas kepada lima orang pemain dan seorang pelatih kepala Perserang. Lima pemain yang dimaksud adalah EDS, FE, EJ, AS dan AIH. Sedangkan pelatih adalah PW.

"Dengan pertimbangan integritas dan etik, keenam orang itu diberhentikan secara tidak hormat dari Perserang," jelas manajer yang populer disapa Jibay itu. (nik)

Editor : Niko auglandy
#liga-2 #pengaturan skor #Perserang Serang #RANS Cilegon FC