Federasi Bola Tangan Internasional (IHF) menjadi pihak yang menerima tekanan internasional setelah Federasi Bola Tangan Eropa (EHF) pada Juli memberikan denda sebesar 1.500 euro kepada tim bola tangan pantai wanita Norwegia karena mengenakan bawahan celana pendek seperti yang dikenakan para atlet pria selama turnamen Euro 21 di Bulgaria.
Saat itu, EHF menggambarkan celana pendek tersebut sebagai ‘pakaian yang tidak pantas’. Setelah menjadi tajuk utama berita di berbagai media, bintang pop AS, Pink turut serta memberikan dukungannya kepada tim Norwegia melalui akun Twitter-nya.
“Saya sangat bangga pada Tim Bola Tangan Pantai Wanita Norwegia atas keberatan yang diajukan pada aturan seragam yang sangat seksis itu,” cuit Pink pada 25 Juli.
“Federasi Bola Tangan Eropa seharusnya didenda atas seksisme. Bagus sekali (atas keberatan yang telah dilakukan). Saya akan dengan senang hati membayar denda untuk tim Norwegia,Red) tersebut untuk kalian. Tetap semangat,” tambahnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, IHF diam-diam sedang bekerja dalam proses perubahan regulasi untuk bola tangan pantai. Di mana pada 3 Oktober menetapkan bahwa atlet wanita harus mengenakan celana pendek ketat dengan ukuran yang pas. Sedangka atlet pria tetap bisa memakai celana pendek biasa 10 cm di atas lutut, jika tidak terlalu longgar.
Kampanye aktivis dari Australia yang berbasis di Norwegia, Talitha Stone, yang petisinya didukung oleh organisasi kesetaraan gender Collective Shout berhasil mendapat 61.000 tanda tangan. Ini disinyalir menjadi salah satu yang menjadi dorongan yang kuat untuk IHF agar mengubah regulasi terkait.
“Saya harap ini menjadi awal dari akhir seksisme dan objektifikasi perempuan dan anak perempuan dalam olahraga,” kata Stone, yang memimpin kampanye Collective Shout 2012 melawan Lingerie Football League.
“Dan bahwa di masa depan, semua wanita dan anak perempuan akan bebas untuk berpartisipasi dalam olahraga tanpa rasa takut atas malfungsi pakaian dan pelecehan seksual,” tambahnya.
Di sisi lain, bulan lalu, para menteri olahraga dari lima negara Eropa, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Islandia, dan Finlandia mengirimkan surat bersama kepada IHF. Isinya mendesak IHF agar memperbarui regulasi seragam. Hal ini dikatakannya tidak hanya mengakomodasi para atlet wanita. Namun mendukung semua atlet tanpa memandang jenis kelamin atau latar belakang untuk bermain dan berkompetisi di berbagai cabang olahraga. (bbs/mgd/ria) Editor : Syahaamah Fikria