Bos dan manajemen Persis jelas sudah mendengar dinamika tersebut. Mereka bahkan angkat bicara ke publik soal munculnya pergerakan dari pecinta sepakbola di Kota Solo tersebut.
“Ganti pelatih bukan solusi. Makanya kami taruh dirtek baru disini (Misha Radovic). Insya Allah bisa mengimbangi dan beri pandangan untuk pelatih Persis Solo. Kami akan lihat dua atau tiga pertandingan kedepan, coach Misha kira-kira bisa beri perubahan gak,” terang Dirut Persis Solo Kaesang Pangarep dalam sebuah forum diskusi terbuka di Twitter Space akun Pagar Hijau Manahan (@pagarhijaumnhn) yang digelar, Minggu malam (7/11).
Dalam acara bertajuk "Apa Kabar Persis Solo?" tersebut, Kaesang juga mengakui mencoret head coach saat ini termasuk gembling. Hal ini lantaran Liga 2 masih berjalan, dan babak penyisihan masuk di babak krusial. Ditambah jika bisa lolos sampai babak final, sendiri ada waktu sekitar 1 bulan untuk melangkah. Tepatnya partai puncak akan digelar 19 Desember mendatang. “Gambling sekali sebenarnya kalau itu dilakukan. Saya harap teman-teman bisa mendukung keputusan saat ini,” terang Kaesang.
Dalam acara ini Kaesang tidak sendiri. Hadir bos Persis lainnya yakni Komisaris Utama Persis Kevin Nugroho. Hadir juga Media Officer Persis Bryan Barcelona dan manajer tim Erwin Widianto yang ikut jadi speaker.
Kevin juga menegaskan, pemutusan kontrak pelatih memang belum direalisasikan, dengan alasan logis. Dia tak tutup kuping akan munculnya desakan tersebut. “Kami jelas mikiran, kenapa kok bisa ada tagar itu. Kami sudah ngobrol dengan coach Eko. Awalnya biasa, tapi setelah draw lagi, ya kami tanggepin. Kompetisi itu tinggal sebulan lagi, gak mudah buat seorang coach baru untuk menyatukan tim dengan singkat,” terang Kevin. (nik) Editor : Niko auglandy