Bertandang ke Indonesia dengan keunggulan 30 poin dalam perebutan titel, Razgatlıoğlu memastikan trofinya dari hasil race pertama di Mandalika International Street Circuit, Minggu (21/11). Finish kedua dalam persaingan sengit itu sudah cukup untuk memberikan gelar bagi Razgatlıoğlu, meskipun pesaing terdekatnya Jonathan Rea memenangi race pertama.
“Bagi saya ini bukan musim yang mudah. Saya melihatnya sama seperti semua pembalap lainnya. Namun, akhirnya kami keluar sebagai juara. Saya tidak tahu harus berkata apa, tapi ini adalah hari spesial bagi saya. Bukan balapan yang mudah (di Mandalika), saya mencoba melakukan yang terbaik dan akhirnya kami jadi yang teratas,” tutur Toprak Razgatlıoğlu.
Diakui dia, musim ini tidak mudah baginya. Banyak balapan dan momen yang dilewati, namun dia dan tim telah berupaya yang terbaik.
Razgatlıoğlu mengakhiri WSBK tahun ini dengan 13 kemenangan, 29 podium, dan 3 pole position. Rider #54 itu mengawali balapan di Mandalika dalam pertarungan ketat di grid depan pada race pertama lalu finis ke-4 di race kedua dalam kondisi lintasan basah.
“Johnny (Jonathan Rea) adalah legenda WSBK, juara enam kali dan dia bagus di kondisi basah, kering, setiap balapan. Dia membantu saya ketika saya mengawali ini, dia pria yang baik dan kami berteman di luar sirkuit. Saya tidak pernah mengubah pola pikir saya dan fokus pada kemenangan tiap weekend,” tambah dia.
Razgatlıoğlu membukukan sejarah sebagai pembalap Turki pertama yang menjadi juara WSBK. Ini juga menjadi gelar pertama bagi Yamaha, setelah 2009 bersama Ben Spies.
Pembalap berusia 25 tahun itu juga mencatatkan dirinya sebagai pembalap pertama yang menjuarai WSBK dan ajang support WSBK yaitu European Superstock Championship. Razgatlıoğlu memenangi European Superstock Championship pada 2015.
“Selamat untuk semua pembalap yang sudah berusaha yang terbaik. Musim ini telah berakhir, dan senang melihat Yamaha juara lagi untuk pertama kalinya sejak 2009. Gelar ini untuk ayah saya. Ini hari yang luar biasa, dia (ayah) selalu berkata suatu hari nanti kami akan melihatmu sebagai juara dunia, jadi saya mengatakannya lagi untuknya,” papar Toprak.
Seri Mandalika menutup WSBK tahun ini, yang merupakan salah satu musim paling menarik sepanjang sejarah penyelenggaraannya.
Rekan setim Toprak, Andrea Locatelli yang sudah mengklaim status Rookie of The Year 2021, memperlihatkan penampilan mengesankan di Lombok. Pembalap Italia itu finis ke-4 dari grid 5 di race pertama, lalu menempati posisi ke-8 di race kedua.
Hasil ini mengantarkannya ke urutan 4 klasemen akhir. Dia pun menjadi pembalap rookie WSBK Yamaha dengan peringkat terbaik di kompetisi itu sejak musim 2011, yang merupakan bukti performa cemerlangnya.
“Melihat kembali musim ini, bagus bagi saya finis P4 di kejuaraan ini. Saya sangat senang untuk Toprak dan tim karena kami memenangkan semuanya. Saya tidak begitu senang di balapan terakhir, namun ini tahun pertama saya dan mulai memahami kejuaraan WorldSBK. Untuk tahun depan, kami pasti akan kembali lebih kuat,” tutur Loca.
Hasil di Mandalika menandai akhir kejuaraan WSBK 2021. Namun, Yamaha dan tim Pata Yamaha with Brixx WSBK telah fokus sepenuhnya ke tahun 2022 untuk memberikan kesempatan terbaik bagi Razgatlıoğlu dan Locatelli bertempur kembali di lintasan sirkuit.
Team Principal Pata Yamaha with Brixx WSBK Paul Denning mengatakan kebanggaannya untuk semua di tim dan Yamaha. Menurut dia, bagi Toprak, sebagai manusia, bukan hanya atlet, telah meraih pencapaian yang luar biasa.
“Dia tetap rendah hati, menghormati semua orang dan bekerja sebagai bagian sejati dari tim. Dia mengalami saat-saat yang sulit yang bukan salahnya tahun ini, dan kembali tanpa membuat satu kesalahan pun sangat mengesankan. Ini musim yang luar biasa, dia dan tim pantas mendapatkannya,” ujar dia.
Diakui Paul, mempertahankan kemenangan tentu lebih sulit dibandingkan menjuarainya untuk pertama kali. Sehingga timnya harus tetap fokus untuk tahun depan.
“Jonathan Rea akan kembali kuat lagi. Dia telah meningkatkan penampilannya sendiri tahun ini untuk bertarung dengan Toprak. Jadi untuk mengalahkannya tahun depan adalah tantangan yang kami nantikan,” ucap dia.
Paul juga mengapresiasi Andrea Locatelli yang mengakhiri musim perdananya yang fantastis dengan menempati posisi ke-4 dan rookie teratas. Menurut dia, Loca telah sungguh-sungguh menunjukkan sebagai seorang talenta luar biasa dan melakukan kinerja fantastis untuk menjadi yang terbaik di belakang tiga besar.
“Kondisi balapan (di Mandalika) sulit, tapi dia membalap dengan matang. Kami memiliki orang-orang hebat di tim dan saya ingin berterima kasih kepada semuanya atas kerja keras dan komitmen mereka tahun ini,” tandas Paul. (*/ria)
Editor : Syahaamah Fikria