Beberapa hari sebelumnya, Paoepati meminta izin konvoi, mengawal Eky Taufik dkk kepada Direktur Utama (Dirut) Persis Solo Kaesang Pangarep. Setali tiga uang, rencana ini direstui putra bungsu Presiden Jokowi tersebut. Namun beberapa jam sebelum kickoff, Gibran dan jajaran Polresta Surakarta meminta konvoi ditiadakan.
“Ya (konvoi) dibatalkan,” singkat Presiden DPP Pasoepati Maryadi “Gondrong” Suryadharma ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Tepat pukul 16.00, bus yang ditumpangi pemain Persis keluar dari mes di kawasan Sriwedari, Laweyan. Jajaran Polresta Surakarta sudah bersiaga mencegah gelombang konvoi Pasoepati. Namun, upaya tersebut kurang berhasil. Karena rombongan Pasoepati tetap mengawal sampai stadion.
Dikonfirmasi terkait konvoi tersebut, Kaesang memilih tutup mulut. Begitu juga Komisaris Utama Persis Kevin Nugroho. “Wah saya tidak punya helm (jadi tidak ikut konvoi, Red),” singkatnya.
Terpisah, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengklaim babak penyisihan Grup C Liga 2 di Stadion Manahan yang digeber sejak 3 November berjalan lancar. “Dukungan para suporter serta peran dari panitia dalam menggelar kompetisi cukup bagus,” puji kapolda.
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy berterima kasih kepada pihak-pihak terkait yang membantu kelancaran Liga 2 di Kota Bengawan. “Sejak awal sudah ditekankan, bahwa pertandingan berlangsung tanpa suporter. Dan ini terlaksana dengan cukup baik,” paparnya.
Kini, fokus pihak kepolisian adalah kelancaran laga terakhir babak penyisihan Grup C, hari ini. Diawali laga hidup-mati menghindari degradasi antara PSG Pati melawan Hizbul Wathan FC pukul 15.15. Disusul big match penentuan tiket babak 8 besar antara Persijap Jepara kontra PSIM Jogja pukul 18.15.
“Pertandingan besok (hari ini) tenaga pengamanan sudah disiapkan. Saat ini masih dalam masa pandemi. Masyarakat diharapkan tetap mengutamakan prokes (protokol kesehatan) dan bersabar untuk tidak arak-arakan atau pergi ke stadion,” tegas Iqbal. (nik/fer/dam) Editor : Damianus Bram