Di waktu normal, Persiharjo dan Hati Beriman bermain imbang 2-2. Bagi Persiharjo tentu cukup tertekan, karena sempat tertinggal dua gol lebih dulu. Dimana Hati Beriman FC Salatiga untuk 2-0 lebih karena gol yang diciptakan oleh Adil Bagus Pangestu di menit ke-25', dan Ridho Ahviyanto di menit ke-62'.
Persiharjo di akhir laga akhirnya bisa bangkit, usai sukses membalas dua gol lewat aksi Ikhsan Nur Fauzan (77'), dan Cahaya Perdana (80'). Sayangnya di drama adu tendangan penalti dua tendangan pemain Persiharjo tak bisa sampai gol, hingga akhirnya adu penalti dimenangkan Hati beriman dengan skor 4-2.
Hati Beriman melaju ke final dan akan menantang Persiku Kudus Jr. Situasi lebih menyakitkan malah dirasakan oleh PSG pati Jr. Di babak semifinal kemarin, mereka kalah telak lima gol tanpa balas oleh Persiku Jr. Deco Mahesa Bintang sukses membuat hattrick (5’, 40’, 44’) untuk kubu Persiku. Dua gol lainnya dicetak oleh Moh Bayu Setya (3'), dan Moh Nazriel Ilham (70')
Tim kepelatihan Persiharjo mengaku pihaknya tetap mengapresiasi perjuangan pemainnya di lapangan. Terlebih sempat tertinggal lebih dulu dari lawan di laga semifinal ini. “Kami memang ketinggalan 0-2 riyin, tapi 5 menit terakhir bisa cetak dua gol. Tapi belum beruntung di adu penalti. Salut buat daya juang anak-anak,” terang Pelatih Persiharjo Jr Dwi Joko kepada Jawa Pos Radar Solo.
Walau target juara yang diharapkan pengurus gagal tercapai, Dwi Joko tak masalah. “Ini bagian dari proses pembinaan untuk anak-anak. Tercapai tidaknya suatu target juga merupakan suatu pengalaman dari sebuah proses belajar,” tegasnya. (nik) Editor : Niko auglandy