Sepanjang laga melawan Smabasa, Hanafi menjadi pemain tersubur dengan 14 poin, 4 rebound, dan 1 assist. “Alhamdulillah, semua berkat dukungan orang tua, coach, dan teman-teman. Tanpa mereka, saya bukan apa-apa," hemat pemain bernomor punggung 11 tersebut usai laga kemarin.
Permainan kedua kubu berjalan atraktif sejak tip-off. Baik Smanig maupun Smabasa saling kejar-mengejar angka. Hasilnya, Smanig unggul tipis 9-8. Sembilan poin Smanig disumbangkan M. Iqbal Ramadhan (4 poin), M. Hanafi (3 poin), dan free throw Fachrizal Ilyas. Sedangkan kubu lawan mengemas delapan poin dari Dimas Bima Setyo, Mahfud Hazim, dan M. Rizky Adi.
Sayang, penampilan Smabasa agak menurun di kuarter kedua. Sampai-sampai kran poin wakil Kota Bengawan macet. Sebaliknya, Smanig mampu menambah enam angka dan unggul 15-8 di kuarter kedua.
Di kuarter ketiga, Smabasa kembali menemukan ritme permainannya. Perlahan, margin poin berhasil dikejar. Enam poin tambahan dikemas, berbanding lima poin dari lawan. Namun, Smanig masih unggul 23-10.
Memasuki kuarter keempat, mutlak jadi milik Smanig. Tambahan delapan poin mereka lesakkan lewat aksi Hanafi. Hingga akhirnya Smanig menutup perlawanan Smabasa dengan skor 28-16.
Kemenangan ini membuat Smanig berhak melaju ke babak selanjutnya. Tetapi, lawan berat sudah menanti di depan mata, yakni SMK St. Mikael Surakarta. Hanafi optimistis timnya bisa meraih kemenangan. “Semoga bisa terus melaju dan menjadi juara,” imbuh putra pasangan Muhammad Heroni-Isticharoh tersebut. (mg1/nik/dam) Editor : Damianus Bram