Pelatih Chelsea Thomas Tuchel pun semula menganggap Piala Dunia Antarklub edisi 2021 di Abu Dhabi saat ini sebagai ajang bersenang-senang.
Apalagi , The Blues musim ini sudah memenangi Piala Super Eropa dan lolos ke final Piala Liga (EFL Cup) untuk menghadapi Liverpool FC (LFC) akhir bulan ini (28/2). Tetapi, pandangan Tuchel berubah karena dua hal.
Yang pertama, Chelsea belum pernah memenangi Piala Dunia Antarklub. Dari Premier League baru ada Manchester United pada 2008 dan LFC pada 2019.
Chelsea sebenarnya punya kesempatan tampil sebagai juara pada 2012. Tetapi, klub milik Roman Abramovich tersebut dikalahkan klub Brasil Corinthians di final.
”Ketika kita tidak berada di dalamnya (Piala Dunia Antarklub, Red), maka seolah itu ajang yang biasa saja.”
”Sebaliknya, begitu kita terlibat, maka yang harus dilakukan adalah merencanakan yang terbaik untuk memenanginya,” ujar Tuchel seperti dilansir di laman resmi klub.
Faktor kedua yang mengubah pandangan Tuchel adalah lawan dalam semifinal di Mohammed bin Zayed Stadium malam nanti (siaran langsung TVRI Nasional pukul 23.30 WIB) adalah Al Hilal.
Bukan karena status klub Arab Saudi itu sebagai juara Liga Champions Asia. Atau karena The Boss –julukan Al Hilal– sukses menghajar tuan rumah Al Jazira dengan skor 6-1 di putaran kedua (6/2).
Melainkan sosok di belakang Al Hilal adalah Leonardo Jardim. Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut merupakan rival lama Tuchel.
Baik di Prancis saat Tuchel menangani Paris Saint-Germain dan Jardim bersama AS Monaco maupun dalam Liga Champions enam musim lalu. Jardim dan AS Monaco mengalahkan Tuchel yang menangani Borussia Dortmund dalam dua leg perempat final.
Total, dari empat pertemuan mereka, Tuchel dan Jardim sama kuat. ”Tentu saja Chelsea sebagai juara (Liga Champions) Eropa adalah favorit dan mereka dalam kondisi bugar. Sebaliknya, kami sudah bermain sebelumnya dengan hanya dua hari istirahat,” ujar Jardim seperti dilansir AFP.
Meski begitu, Jardim bisa memanfaatkan performa Chelsea yang tidak meyakinkan sebelum terbang ke Abu Dhabi. The Blues membutuhkan babak waktu tambahan dan penyelamatan penalti oleh kiper Kepa Arrizabalaga saat mengeliminasi klub kasta ketiga Plymouth Argyle FC di putaran keempat Piala FA (5/2).
”Pertandingan terakhir kami lumayan melelahkan. Tapi, kami terhibur setelah datang ke sini dan menikmati hangatnya cuaca di sini (Abu Dhabi, Red),” kata gelandang serang Chelsea Mason Mount. Editor : Damianus Bram