Manajemen Laskar Sambernyawa (julukan Persis Solo) punya gagasan membangun museum. Di dalamnya akan menyimpan deretan trofi yang pernah diraih. Termasuk trofi Liga 2 yang baru saja digapai Alberto “Beto” Goncalves dkk. Serta memorabilia terkait perjalanan Persis yang nyaris berusia satu abad.
“Belum tahu kapan (dibangun). Wacana itu memang ada. Kami masih koordinasikan dengan mas wali (Gibran Rakabuming Raka),” terang Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona, kemarin (9/2).
Saat ini puluhan trofi yang diraih bond kebanggan wong Solo, masih tersimpan di Balai Persis. Sayangnya, tak banyak penggila bola Kota Bengawan, terutama fans Persis yang bisa dengan mudah mengaksesnya. Kecuali trofi Liga 2 yang saat ini di-display di Persis Store.
Andai bangunan museum terealisasi, bukan tidak mungkin puluhan trofi tersebut akan dipindah dari Balai Persis. Terkait pembangunannya, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka memberi lampu hijau. Bahkan, manajemen Persis sudah memegang izin dari pemkot.
Gibran mengaku, pembangunan museum Persis Solo sudah dikoordinasikan dengan pemkot. Di mana manajemen Persis meminta izin agar direstui membangun museum di Stadion Sriwedari.
“Kami sudah mendapatkan pemberitahuan dari Manajemen Persis Solo, terkait rencana pembangunan museum itu. Kami sudah berikan izin dan dukungan. Manajemen Persis Solo juga mau meminjam aset Balai Persis,” ungkap Gibran.
Sementara itu, mantan Presiden DPP Pasoepati Mayor Haristanto kurang sreg dibangun Museum Persis di Stadion Sriwedari. Sebab, nilai hostoris stadion tersebut sangat tinggi. Selain itu, juga menjadi Monumen PON I.
“Kurang sepaham jika menggunakan Stadion Sriwedari. Stadion ini bukan hanya untuk sepak bola, apalagi Persis saja. Stadion Sriwedari lebih pantas direnovasi sebagai Museum Tokoh Olahraga Solo,” urainya. (nik/fer) Editor : Damianus Bram