Keempat pemain ini, sebelumnya sempat membela timnas di ajang Piala Asia Wanita 2022 di India. Khusus Fani dan Riska, bergabung dengan dua kiper Putri Surakarta, yakni Salsa Bela serta Shalom Tessalonika.
Hadirnya para penggawa timnas ini, memberi suntikan motivasi bagi para pemain muda Putri Surakarta. Harapannya, bisa menyerap skill dan pengalaman dari pada duta bangsa tersebut.
“Ini sebuah kebanggan buat kami. Ada transfer ilmu. Ada keuntungan bagi pemain kami. Sekarang anak-anak semakin giat berlatih dan terinspirasi kiprah para pemain timnas putri tersebut,” kata Sekretaris Umum (Sekum) Putri Surakarta Dede Irawan, kemarin (28/2).
Keempat pemain timnas ini sengaja berlatih di Kota Bengawan, karena PSSI belum memiliki program TC. Padahal di saat bersamaan, mereka butuh porsi latihan untuk menjaga kualitas permainan. Selain itu, mereka juga belum mendapat tawaran bergabung dengan Liga 1 putri. Karena belum ada kejelasan, apakah kompetisi kasta tertinggi tersebut kembali bergulir di musim depan atau tidak.
“Kemungkinan pemanggilan timnas sekitar akhir Maret. Selagi belum ada agenda di timnas, mereka berlatih di Solo. Kebetulan tim yang latihan rutin ya Putri Surakarta,” ucap Wisnu Wibowo, manajer program Komunitas Kaukus Anak Gawang Indonesia yang juga pendiri Putri Surakarta.
Sebelumnya, dua penggawa Putri Surakarta Sela Sevian dan Bunga Syifa, tahun lalu nyaris bergabung timnas. Mereka sempat mendapat undangan training center di Jakarta. Sayang, keduanya tidak lolos seleksi. Sedangkan agenda terdekat timnas, yakni terjun di ajang SEA Games Filipina, Mei mendatang. (nik/fer/dam) Editor : Damianus Bram