Wacana yang bergulir, Taman Sepeda akan dipusatkan di bantaran Kali Pepe. Tepatnya eks lahan Taman Sekartaji yang kondisinya saat ini mangkrak. Sebagai catatan, taman ini terletak di sisi selatan Kali Pepe. Tepatnya di sisi timur simpang empat RS Dr. Oen Kandang Sapi, hingga kawasan Pedaringan.
Lewat perubahan konsep Taman Sekartaji menjadi Taman Sepeda, diharapkan bisa menggeliatkan nadi bantaran Kali Pepe. Sebagaimana telah dilakukan di sisi utara Terminal Tipe A Tirtonadi. Selain itu, juga menguatkan program sport tourism yang saat ini masih berpaku pada Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta Janjang Sumaryono Aji menjelaskan, pembangunan Taman Sepeda dianggarkan dari APBD. Nantinya, tanggung jawab pembangunan diserahkan kepada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Kota Surakarta.
“Pihak Disperum KPP sudah berkoordinasi dengan mas wali (Gibran Rakabuming Raka). Harapan kami, secepatnya (Taman Sepeda) bisa terealisasi pembangunannya. Jadi, tamannya tetap yang di pinggir bantaran kali dekat Pedaringan. Nanti ada beberapa track buat latihan balap sepeda,” terang Sumaryono, kemarin (4/3).
Pria yang sejak Oktober 2021 dilantik sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Kota (Pengkot) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Surakarta ini mengaku sangat mendukung rencana tersebut. Karena bisa mewadahi talenta atlet BMX sekaligus mountain bike (MTB).
“Harusnya dibangun tahun lalu. Tapi anggarannya tersedot penanganan Covid-19. Tahun ini sudah pasti dibanghun. Tapi kapan dimulainya belum tahu. Kami berharap hadirnya venue latihan di Taman Sepeda ini, bisa meningkatkan prestasi atlet Kota Solo. Sekaligus jadi wadah pembibitan atlet sepeda,” tuturnya.
Sejatinya, venue balap sepeda sudah menjamur di Kota Bengawan. Salah satunya velodrom di kompleks Stadion Manahan. Tak hanya balap sepeda, juga dimanfaatkan untuk sepatu roda. Dalam waktu dekat, velodrom akan menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022, Juli mendatang. Khususnya untuk cabor balap sepeda.
“Saya anggap velodrom layak untuk ajang sekelas ASEAN Para Games. Mestinya layak untuk kejuaraan internasional,” beber Sumaryono.
Meski berstandar internasional, Sumaryono menyayangkan harga sewa velodrom yang selangit. Per hari, sewanya dibanderol Rp 2.400.000.
“Terakhir pakai Desember 2021. Karena mahal, kami belum pakai lagi sampai sekarang. Kalau mau diskon, katanya izin mas wali dulu. Tahun depan ada porprov (pekan olahraga provinsi). Solo mau jadi juara tidak? Kalau mau, kebijakannya jangan terlalu memberatkan,” pesannya.
Selain velodrom, sempat dibangun arena BMX di kawasan Solo Techno Park. Beberapa waktu lalu, pemkot juga membangun dua venue baru untuk BMX. Pertama di bawah Flyover Purwosari. Disusul track baru di kompleks Stadion Mini Surakarta di kawasan Nusukan, Banjarsari.
Sementara itu, event Indonesia BMX Fest 2022 bertajuk “The Kick Bandits” mampir di Tirtonadi Convention Hall, hari ini. Tercatat ratusan pecinta BMX dari berbagai kota merapat ke Kota Bengawan. Mereka ambil bagian dalam kompetisi drag race, freestyle BMX, hingga push bike. Bahkan, sejumlah atlet nasional ikut nimbrung. Di antaranya atlet BMX asal Kota Solo Toni Syarifudin. Termasuk Wendy Purnama Putra asal Jogjakarta.
“Kami senang melihat perkembangan olahraga balap sepeda di Kota Solo. Semoga event BMX di Tirtonadi bisa jadi ajang pembinaan. Sekaligus ruang yang bagus untuk mempromosikan BMX dan sport tourism,” ujar Sumaryono. (nik/fer/dam) Editor : Damianus Bram