Bagi Young Lex, terjun ke dunia e-sports bukan hal asing lagi. Dia saat ini juga menduduki jabatan sebagai Ketua NBA 2K League. Kompetisi e-sports untuk divisi NBA 2K, di bawah naungan IESPA.
Young Lex mengakui, penunjukan ini merupakan tantangan besar. Karena dalam memimpin sebuah tim e-sports, bukan hal yang mudah. Terutama dalam hal manajemen. Namun, penyanyi yang sempat berduet dengan Denny Caknan dalam hits Mletre tersebut, siap memotivasi player-nya untuk memberikan yang terbaik bagi tim.
“Banyak yang kagak tahu, gue tuh sering main game. Mungkin karena jarang bikin konten soal game. Gue tuh main game lumayan sering. Apalagi NBA 2K. Sejak 2016 dan makin keranjingan pas awal pandemi saat kagak bisa kemana-mana. Gue dalam setahun sempat menghabiskan 4.100 jam main game,” kata Young Lex saat jumpa pers di Highground PIK, Jakarta, Jumat (5/3).
Chief Operating Officer (CEO) West Bandits E-Sports Davin Matthew Wahidin membenarkan telah menunjuk Young Lex sebagai presiden klub e-sports. “Tentunya hal ini dilakukan, karena kami memiliki visi dan misi yang sejalan. Kami sama-sama ingin memajukan klub untuk menjadi lebih kompetitif,” ungkapnya.
Sementara itu, West Bandits E-Sports berdiri pada Januari 2021. Awalnya, tim ini fokus terjun di divisi Free Fire dan sudah masuk level profesional. Sedangkan divisi Mobile Legends dan PUBG, masih semipro. Sedang dalam persiapan ke liga pro tahun ini.
Selain itu, West Bandits E-Sports juga tercatat sebagai klub basket profesional pertama, yang memiliki divisi esports NBA 2K. “Semoga ke depannya bisa diikuti klub-klub IBL lainnya,” tandas Davin. (nik/fer/dam) Editor : Damianus Bram