Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pocari Sweat Sport Tourism, Lari Pagi Sambil Kenalkan Ikon Kota Bengawan

Damianus Bram • Senin, 23 Mei 2022 | 05:45 WIB
TALKSHOW: Pocari Sweat Atlet, Alya Rohali berdiskusi usai Pocari Sweat Sport (Run) Tourism di Pura Mangkunegaran, Minggu (22/5). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
TALKSHOW: Pocari Sweat Atlet, Alya Rohali berdiskusi usai Pocari Sweat Sport (Run) Tourism di Pura Mangkunegaran, Minggu (22/5). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO - PT Amerta Indah Otsuka bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menggelar Pocari Sweat Sport (Run) Tourism untuk kesekian kalinya. Minggu (22/5) kemarin, seratusan peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia itu diajak menyaksikan sejumlah ikon Kota Bengawan sambil lari pagi keliling sejauh lima kilometer.

Acara lari 5 K itu dimulai pukul 05.45 WIB dari Halaman Pura Mangkunegaran. Seratusan peserta itu kemudian lari keliling Pura Mangkunegaran dan menuju Kawasan Pasar Gede-Balaikota Surakarta sebelum akhirnya masuk segmen Jalan Slamet Riyadi yang saat itu juga bertepatan dengan penyelenggaraan Solo Car Free Day.

"Senang sekali karena event ini kerjasama Pocari Sweat dan Kemenparekraf dan akhirnya saya yang dipilih untuk berangkat ke Solo. Sungguh senang setelah sekian lama saya akhirnya bisa ke Solo, saya sangat mendukung karena membangkitkan semangat keolahragaan dan tentunya menunjang sektor pariwisata juga," hemat Pocari Sweat Atlet, Alya Rohali usai kegaiatan, kemarin.

Publik Figur yang memang sudah lama menyenangi olahraga lari ini sangat menikmati konsep sport tourism yang dikemas dengan olah raga lari. Ia mengaku senang bisa menengok Pura Mangkunegaran, melihat Pasar Gede dan arsitektur kota lama di Koridor Jenderal Sudirman hingga menikmati suasana CFD yang ada di Kota Bengawan.

"Konsep sport tourism memang sangat cocok untuk diadakan diberbagai kota. Selain bisa mengangkat semangat masyarakat untuk tetap sehat dengan berolahraga. Juga bisa menampilkan berbagai ikon dan potensi kota. Tentunya juga bisa menggerakkan ekonomi karena pesertanya juga datang dari berbagai daerah di Indonesia," hemat Alya.

Coporate Comunication PT Amerta Indah Otsuka, Sudarmadi Widodo menambahkan, Pocari Sport (Run) Tourism merupakan kegiatan rutin yang sudah digelar beberapa tahun lalu dengan pemilihan lokasi penyelenggaraan di kota yang lekat dengan keragaman destinasi wisata. Harapannya masyarakat makin akrab dengan berolahraga, bisa memamerkan destinasi wisata unggulan yang ada, serta meningkatkan perekonomian yang ada di lokasi penyelenggaraan tersebut.

"Harapannya dengan adanya sport tourism orang bisa makin semangat untuk berolahraga, wisata di masing-masing bisa makin terekspos, dan mampu memberikan dampak ekonomi karena peserta yang terlibat juga datang menginap, dan tentunya berbelanja," kata dia.

Disinggung soal pemilihan Kota Solo, pihaknya menilai potensi wisata di Solo cukup layak untuk dipamerkan secara lebih luas, mengingat 2020 lalu Solo sempat terpilih sebagai lokasi Big Bang Run setelah sebelumnya digelar di Bandung. Sayang rencana tersebut batal karena pandemi Covid-19. Harapannya, kedepan event yang lebih besar bisa kembali digelar di Solo.

"2020 Solo jadi pilihan Big Bang Pocari Sweat Run kedua setelah Bandung, namun kita batalkan. Harapannya tentu kedepan bisa kita gelar dengan event yang lebih besar," tutup Sudarmadi Widodo. (ves/dam) Editor : Damianus Bram
#Alya Rohali #sport tourism #kemenparekraf #Pocari Sweat Sport Tourism #PT Amerta Indah Otsuka