Tuan rumah Bhinneka Solo terjun di semua kelas. Sayang, tidak semuanya menuai hasil positif. Karena Bhinneka hanya mampu meraih dua gelar juara, dari lima partai final.
Juara diraih dari KU-18. Bahkan Bhinneka berhasil mengawinkan gelar putra dan putri. Bhinneka U-18 putra mengalahkan Sahabat Semarang dengan skor 71-49. Sedangkan Bhinneka U-18 putri juara usai menang telak 63-49 atas PPOP Indramayu.
Sayang tiga partai final lainnya, Bhinneka urung juara. Di final KU-16 putra, Bhinneka kalah atas Sahabat Semarang (49-71). Termasuk KU-16 putri, yang menyerah di tangan CLS Surabaya (44-68). Terakhir, KU-14 putri gagal juara usai kalah dari Sehati Semarang (43-90).
“Antusiasme para peserta cukup tinggi. Banyak klub dari luar kota. Selama pandemi, banyak kejuaraan yang vakum. Jadi para peserta memang sudah rindu berkompetisi,” kata ketua bidang event Bhinneka Mikhael Bagus.
Tercatat 43 tim ambil bagian di kompetisi ini. Selain Solo, peserta juga datang dari Karanganyar, Sragen, Surabaya, Madiun, Tagal, Jakarta, Indramayu, Semarang, Kudus, hingga Jogja. Di antara puluhan tim tersebut, paling mencuri perhatian adalah Go Skate Surabaya. Tim asal Kota Pahlawan ini menggondol tiga gelar juara. Mulai dari KU-14 putra, KU-12 mix, dan KU-10 mix.
“Kami bersyukur turnamen ini berjalan lancar. Kami berencana, event ini akan digelar rutin tiap tahunnya,” imbuh Mikhael. (nik/fer) Editor : Damianus Bram