Menyandang status juara bertahan, Smarga (julukan SMA Warga Surakarta) pasang target back-to-back. Namun, ambisi tersebut sepertinya bakal menemui jurang terjal. Karena skuad Smarga kali ini tak “seseram” saat jadi juara Jawa Tengah, dengan melibas SMA Terang Bangsa Semarang di final, Rabu (5/2).
Sesuai regulasi, tinggal tersisa empat roster saja dari generasi emas Smarga yang berhak tampil musim ini. Mulai dari Samuel Bill Gates Jensen Malelak, Dandi Septianus Sogi, Muhammad Wildan Hilmiyan Bintang, hingga Timothy John Francis.
Selebihnya didominasi para rookie. Sebut saja ldo Sebastian Ganis, Steven Marvin Firdianto, Hosea Fernando Salomo, dan Jordan Imanuel Anggono. Plus Zaky Al-Hakim, Muazis Ridho Saputro, Rafael Gerrard Halim, serta Ricky Setiawan Tanadi.
“Kami kesulitan regenerasi pemain. Anak-anak yang baru gabung, masih butuh adaptasi dengan pemain lama,” ungkap Head Coach Smarga Wempi Wiyanto, kemarin (5/10).
Wempi mengaku masih banyak catatan yang mengiringi skuad musim ini. Terutama keraguan pemain ketika tampil di lapangan. “Intensitas latihan tidak ada yang beda. Cuma, para wajah baru harus lebih bekerja keras,” imbuhnya.
Mengejar kekurangan tersebut, Wempi menyebut skuadnya butuh proses yang tidak sebentar. Namun dia tetap percaya, Samuel Bill Gates dkk bakal tampil maksimal. Terutama saat meladeni Smakaduta (sebutan SMKN 2 Surakarta) di laga pembuka ini.
“Semoga saja di DBL musim ini, kami bisa bermain bagus. Nantinya akan diikuti progres yang baik ke depannya,” bebernya.
Duel Smagra versus Smakaduta di kompetisi yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Solo ini, diprediksi bakal berjalan sengit sejak tip-off. Berkaca kompetisi Liga Solo 2022 di Sritex Arena, belum lama ini, Smarga bukanlah tim yang tak terkalahkan. Setelah di final takluk atas SMK St. Mikael Surakarta dengan skor 42-53.
“Karakter dan mental pemain perlu diasah lagi, terutama muka baru. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk membenahi itu. Caranya dengan berkomunikasi, berkumpul, berbincang, serta saling tukar pikiran. Anak-anak duduk bersama tim kepelatihan, pengurus, dan juga kepala sekolah,” ungkap Wempi.
Optimisme tinggi juga digaungkan kapten Smarga Samuel Bill Gates. Meski berat, Samuel dkk tetap mengincar prestasi tertinggi. “Menang atau kalah itu tergantung kerja keras kami. Terpenting kami percaya diri dan fokus ke pertandingan,” ujarnya.
Dari kubu lawan, kapten Smakaduta Jeremy Dimas berambisi mematahkan dominasi Smarga. “Target kami juara, minimal masuk final. Semoga apa yang kami persiapkan membuahkan hasil terbaik,” koarnya.
Musim ini Smakaduta diperkuat Jeremy Dimas, Dimas Putra Phylias, Irfan Bahri, Afrizal Danu Setiawan, dan Nuril Akbar. Ditambah Taufik Fajar Waskito, Ridho Kurnia, Razwa Naiakarya Adila Permana, Rafli Pratama Suhartono, Muhammad Rifa’i, dan Nathanael Adrie Christiawan.
“Sempat kaget hasil drawing langsung ketemu juara bertahan. Tapi kami tidak gentar dengan nama besar mereka. Soal persiapan, fokus ke fisik dengan jogging, sprint, skiping, dan lainnya. Kami juga agendakan uji coba. Jika ada kelemahan, kami belajar dari hasil tersebut,” jelasnya.
Pelatih Smakaduta Adi Kurniawan Prasetyo menyebut Smarga sebagai lawan berat. Tidak mudah diladeni, karena statusnya sebagai juara bertahan.
“Persiapan kami sudah maksimal. Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan pertandingan besok (hari ini). Semoga dewi fortuna berpihak kepada kami,” harapnya.
Sementara itu, opening party hari ini dihiasi empat pertandingan tim basket putra. Setelah Smarga melawan Smakaduta, dilanjutkan games seru antara SMAN 3 Surakarta dan SMA ABBS Surakarta. Dilanjutkan SMAN Colomadu versus SMAN 1 Gemolong. Opening party ditutup laga antara SMA IT Nurhidayah Sukoharjo ditantang SMA Diponegoro Surakarta. (nis/fer) Editor : Damianus Bram