Empat kuarter yang dijalani kedua memang cukup seru. Sejak kuarter pertama, Smarga sudah unggul dari lawannya. Mulai dari 11-2 di kuarter pertama, 24-4 di kuarter kedua, 36-8 di kuarter ketiga, dan ditutup dengan skor akhir 44-16 untuk Smarga putra.
Walau bisa menang, pelatih tim basket putra Smarga Sandy Salomo mengakui sebenarnya anak asuhnya tampil di bawah performa. Banyak catatan evaluasi dikantong tim kepelatihan, dan diharapkan bisa segera dibenahi.
"Mulai dari defence kurang tepat. Ditambah, offense-nya juga terlalu tergesa-gesa," ungkap Sandy kepada Jawa Pos Radar Solo usai skuadnya bertanding dalam opening party di Sritex Arena, Kamis (6/9).
Dalam laga ini bintang Smarga Dandi Septianus Sogi sukses mendulang 10 poin untuk timnya. Atas kemenangan ini, Smarga putra sudah ditunggu tim kuat lainnya, yakni SMA Regina Pacis Surakarta. Tim ini mendapat bye.
"Setelah ini kami akan evaluasi. Syukurnya kami lebih unggul. Mungkin karena kemampuan lawan masih di bawah kami. Namun, kami tetap respect dengan lawan," sambungnya.
Partai seru lainnya juga tersaji di game kedua hari pertama, Kamis (6/10). Tim basket putra Al Abidin Boarding School (ABBS) Surakarta mendapatkan perlawanan super hebat dari SMAN 3 Surakarta (Smaga).
Sayangnya laga ini bisa dibilang tepat panas buat kedua tim. Cukup maklum, mengingat laga perdana pasti akan sangat berat dijalani. Terlebih kedua tim sepertinya bermain dalam tekanan. Cukup wajar mengingat di atas tribun penonton, ratusan rekan-rekan mereka mendukung penuh perjuangan dari atas tribun. Situasi ini jelas membuat nervous buat kedua tim.
Di kuarter kedua, ABBS unggul tipis 2-0, berlanjut 8-2 di kuarter kedua. Kuarter ketiga, Smaga bangkit, sukses mendulang lima poin, berbanding tiga poin tambahan yang diciptakan lawan. ABBS masih unggul 11-7 di kuarter ketiga.
Kuarter keempat, kedua tim saling balas membalas serangan, sayangnya Smaga belum juga bisa membalikkan keadaan. ABBS berhasil mengakhiri laga dengan kemenangan 18-12.
Bintang ABBS Wahyu Kurniawan Saputra jadi pendulang poin terbanyak buat timnya. Guard bernomor punggung 1 tersebut, mendulang delapan poin di laga ini.
"Alhamdulillah, keberuntungan berpihak kepada kami. Namun, overall anak-anak seperti baru belajar basket. Ini bukan performa mereka yang sebenarnya," tutur Pelatih tim basket SMA ABBS Surakarta Indra Tri.
Permainan skuadnya belum sepenuhnya keluar di laga ini, menurutnya Indra, terpengaruhi oleh beberapa kemungkinan. Termasuk menurutnya karena faktor atmosfer pertandingan yang membuat pemainnya seperti demam panggung.
"Saya sedikit kecewa sebab ini bukan standar mereka. Mereka underpressure. Skillnya tidak keluar. Namun, semua tertutup pada kuarter 4. Semangatnya mulai memanas lagi. Nah, pada kuarter 1-3 terlihat berjuang sekali anak-anak untuk ambil skor," tambahnya. (nis/nik/dam) Editor : Damianus Bram