Salah satu yang totalitas ikut kompetisi ini adalah Threeller Dance Crew dari SMAN 3 Surakarta. Biasanya tim dance itu berkonsep swag. Namun, tim dance ini suguhkan performa yang berbeda. Bukannya menggunakan pernak-pernik menawan yang perfect, namun mereka malah merias diri dengan efek pucat dan mata sendu.
Komponen yang unik lainnya adalah adanya alat pembantu pernafasan yang terpasang di bawah lubang hidung. Para member dance ini juga mengenakan penutup kepala untuk memberi kesan "gundul". Ya, anggota tim dance ini beralih peran menjadi pengidap kanker.
"Tema UBS Gold kali ini itu IAM24K. Artinya, setiap orang berharga layaknya emas. Kami mau mempresentasikan tema tersebut dengan mengibaratkan orang yang memiliki penyakit kanker yang belum bisa menerima dirinya sendiri," ungkap koordinator Threeller Dance Crew Getsemane Christy Genoviva kepada Jawa Pos Radar Solo.
Dalam koreografinya, ada kain emas dengan tujuh lubang yang diibaratkan sebagai panggung. Delapan member dance menari dalam panggung tersebut. Alhasil ada satu orang yang tidak bisa menemukan lubang yang cocok, semuanya juga sudah terisi penuh.
"Satu orang tersebut mencari-cari lubang. Namun, tidak ditemukan. Ini mengartikan bahwa dia (pengidap kanker) menganggap dirinya tidak diterima publik. Sehingga dia harus mempercantik diri," bebernya.
Pada akhirnya, lanjutnya, satu orang tersebut keluar panggung dan mulai terbang. Artinya, dia mulai menyadari bahwa dia tidak sendiri. Banyak orang yang mendukungnya.
"Intinya, kami mengajak para penderita kanker untuk semangat lagi. Untuk menerima dirinya sendiri, sebab setiap manusia itu berharga," ujarnya.
Bukan hal mudah untuk memvisualisasikan konsep ini. Tim dance SMAN 3 Surakarta perlu berputar otak terlebih dahulu. "Kami memang ingin mempresentasikan arti IAM24K secara mendalam. Untuk bisa mencapai hal ini, kami perlu latihan selama satu bulan," pungkasnya.
Sementara itu di lomba ini, Threeller Dance Crew bermaterikan Getsemane Christy Genoviva, Claresta Devina Baby K, Anggun Ratu Rengganis, Mela Putri Handayani, Novita Fitri Ardana, dan Almayda Kembang Saputri. Ditambah, Deanna Bella Rosanda, Nehemia, Elizabeth Prita Ardisti, Maria La Rosa, Lauar Ayu Permata, dan Joecelyn. (nis/nik) Editor : Damianus Bram