Di laga fantastic four lainnya tim putri SMAN 2 Kebumen akan menantang SMAN 3 Klaten. Di lain sisi langkah Regpac untuk melaju ke babak ini tak mudah. SMA Pradita Dirgantara mereka kalahkan, dengan skor akhir 22-9.Langkah tak mudah, mengingat di kuarter pertama dan kedua, poin Regpac terbilang minim. Mereka hanya bisa unggul 6-1, dan 8-3.
"Di kuarter kedua kami scoreless, karena second line kurang berkembang. Mereka grogi. Defensive-nya masih bingung. Nanti tinggal meningkatkan motivasi anak-anak saja," ungkap head coach tim putri Regpac Wongso Suseno.
"Pertandingan ini secara keseluruhan bagus. Setelah ini, anak-anak saya minta istirahat dahulu. Di babak selanjutnya kami melawan tim SMA Warga Surakarta, kami siap-siap saja," sambung Wongso.
Walau gagal tim putrinya, SMA Pradita Dirgantara masih bisa tersenyum karena tim putra sekolah ini sukses lolos ke fantastic four. Dimana di laga Senin sore (10/10), tim ini menang atas SMAN 1 Klaten (31/17).
Tapi langkah Pradita Dirgantara tentu masih panjang, dan akan semakin berat. Mengingat lawan yang akan mereka hadapi di laga selanjutnya adalah SMK St Mikael Surakarta (Mico). Di hari yang sama, Mico juga ikut menang. Bedanya tim ini mengalahkan SMA ABBS Surakarta (44-29).
Partai fantastic four putri lainnya juara musim lalu SMA Warga Surakarta (Smarga) akan menantang SMA Pelita Nusantara Kasih (PNK) Surakarta.
Di laga sebelumnya Smarga mengalahkan SMAN 1 Gemolong (50-29), sedangkan SMA PNK menang tipis 33-30 atas SMAN 1 Purworejo.
Head coach SMA PNK Yauw Tjia Yen mengatakan, sejatinya timnya tidak menargetkan apapun di kompetisi ini. Terpenting baginya permainan bisa bagus di setiap laga, mengingat ini jadi debut pertama buat PNK di DBL.
"Peer (pekerjaan rumah) nya masih ada. Paling utama posisi block dan jaga," ungkapnya .
Di lain sisi walau kalah, pelatih SMAN 1 Purworejo Andi Firmasnyah tetap mengapresiasi perjuangan timnya. "Tim kami miss di kuarter kedua. Ketika musuh lakukan rotasi, seharusnya kami menang di situ. Tapi malah banyak turnover dan foul yang percuma. Kuarter ketiga dan keempat, mainnya enak tapi finishing-nya miss," ungkap Andi Firmansyah. (nis/nik) Editor : Damianus Bram