"Sebenarnya, kami kalah di stamina. Apalagi mulai kuarter kedua, stamina kelihatan habis. Ini berbanding terbalik dengan lawan," ungkap pelatih tim basket putri Smaga Arief Rohman kepada Jawa Pos Radar Solo seusai timnya bertanding di Sritex Arena, Selasa (11/10).
Pola serang langsung dipasang oleh SMAN 2 Kebumen sejak kuarter pertama. Mereka mengantongi 20 poin, sedangkan lawannya delapan poin.
Smanda kian menjadi-jadi di kuarter kedua. Skor makin menjauh, di kuarter ini Smanda memimpin dengan skor 35-16. Smaga mulai menampakkan gigi taringnya saat memasuki periode ketiga. Tiga bola berturut-turut ditembakkan. Rosa Ajeng Arigian jadi starting-nya dengan menembakkan dua poin awal. Sayangnya, aksi tersebut dihambat Smanda. Dan akhirnya Smaga kian tertinggal 52-26.
"Saya rasa masalah teknis keduanya 50-50. Nah, kondisi anak-anak kami kurang fit. Mereka blank, " tambah Arief.
Di kuarter keempat performa kedua tim sama-sama menguat. Namun, Smaga tetap harus mengakui ketangguhan tim asal Kebumen tersebut. Meskipun sudah unggul, semangat Smanda tak kendor untuk menambah pundi-pundi poinnya. Di menit terakhir, dua bola Krismawaati jadi penutup poin timnya. Smanda resmi lolos dengan perolehan 73-35 atas Smaga.
"Sampai fantastic four saja sudah bagus. Kedepannya (Series DBL mendatang), kami akan berusaha ikut lagi," ungkap Arief Rohman, pelatih tim basket putri Smaga.
Sementara, pelatih tim basket Smanda Nuli Sukma Wardana mengaku permainan timnya sudah sesuai game plan. Hanya saja beberapa hal perlu dikoreksi. Khususnya turn over di finishing.
"Kami sudah antisipasi untuk persiapan big four. Apapun hasilnya kami siap. Mengingat kami sudah pernah masuk big four pada series 2019 sebelum ada pandemi Covid-19. Namun, musim lalu di game pertama, langsung kalah," tambahnya. (nis/dam) Editor : Damianus Bram