Mico kalah dari SMA Kolese Loyola Semarang (72-85), sedangkan Smarga putra menyerang di tangan SMA Karangturi Semarang (48-56). "Mereka (tim basket putra Smarga) kurang fokus dan kurang disiplin. Finishing-nya kurang bagus. Kecewa pastinya. Ya, kami harus latihan lagi," ungkap Pelatih Smarga Sandy Salomo.
Meskipun kalah, anak-anak Mico tak mau pantang menyerah. Dia dan teman-temannya akan mencoba lagi musim depan, dan siap mengevaluasi diri. "Harus dicoba lagi. Harus lebih fokus berlatih dan bekerja keras lagi," ungkap pemain Mico Farel Kristanto.
Sementara itu kubu Loyola mengakui melawan Mico bukan hal yang mudah dilakukan. Sepanjang laga, aksi balas membalas poin terjadi dengan sangat sengit. ”Pertandingan melawan Mico seperti laga final. Kami sama-sama dari Kolese, jadi, mereka tetap lawan kami di arena," beber Pelatih Loyola Teguh Prasetiyo.
Pelatih Karangturi Yen Novi Indriyati juga mengakui mengalahkan wakil Solo menjadi misi yang sulit, terlebih Smarga berstatus mantan juara.
"Pertandingan melawan Smarga seru, kami saling kejar-kejaran poin. Tapi, anak asuh kami konsisten dan lebih tenang dari awal hingga akhir. defense-nya juga bagus. Rebound mereka kuasai, meskipun lawan juga tinggi-tinggi," bebernya. (nis/nik) Editor : Damianus Bram