Langkah keduanya ke partai puncak terjadi setelah mengalahkan dua wakil south region di babak big four di Sritex Arena, Kamis (13/10) lalu.
Loyola mengalahkan SMK St. Mikael Surakarta (85-72), sedangkan Kartur berhasil menghentikan impian SMA Warga Surakarta (Smarga) untuk bisa back-to-back champion musim ini. Ini lantaran Smarga kalah dengan skor akhir 48-56.
Dalam laga kontra Smarga, performa anak-anak Kartur begitu memukau. Evan Nicholas Prayitno mencetak 12 poin, 10 rebound, dan dua assist. Disusul, Matthew Richardo Wihartanto yang menyumbang 11 poin, 14 rebound, dan dua assist.
Meski menang, skuad asuhan Yen Novi Indriyati masih kantongi catatan. Ada 23 turnovers yang terjadi di laga tersebut.
Dengan kepercayaan tinggi, mereka yakin bisa memperbaiki hal tersebut. Partai puncak sudah ada di depan mata. Peluang ini tak mungkin disia-siakan oleh tim asal Kota Lumpia ini.
Dari 13 musim DBL yang sudah diselenggarakan sejak 2008 hingga 2021, tim basket putra Kartur tercatat sebanyak tim yang paling banyak juara. Yakni sudah enam kali tim ini juara. Mulai dari musim 2008, 2010, 2011, 2012, 2018, dan 2019.
“Kami selalu bilang ke anak-anak, buat sejarah kalian sendiri. Kakak kelasmu sudah bikin sejarah, kali ini giliran kalian. Kalian kerja, nanti hasil akhir Tuhan yang menentukan,” ungkap Novi kepada Jawa Pos Radar Solo.
Untuk menghadapi Loyola, Novi menegaskan penggawa besutannya untuk bermain all-out. Yang utama mereka harus bermain konsisten dan tidak bikin banyak melakukan kesalahan. Ketika menyerang pun harus lebih sabar. “Kami pernah bertemu Loyola, kalah jauh. Seingat saya di pertandingan Walikota Cup,” beber Novi.
Loyola sendiri memasang target untuk mencetak sejarah baru buat sekolah mereka. Dimana Loyola belum pernah menjadi juara di kompetisi DBL, Target terciptanya titel juara pertama mereka sudah ada di depan mata, dan anak-anak Loyola akan berjuang untuk bisa menggapainya
Saat mengalahkan SMK St. Mikael Surakarta di babak big four, Marvin Manuel Utomo jadi pemain kunci Loyola di laga ini. Dimana pemain bernomor punggung 3 tersebut mencetak 30 poin.
”Semua pemain harus fokus. Kuatkan defense, dan no foul. Itu saja yang perlu ditekankan,” ungkap Teguh Prasetiyo.
Namun dari sisi kualitas, Loyola mengakui mengalahkan Kartur jelas bukan perkara mudah.
“Khususnya yang baru kelas 10, mungkin jam terbangnya kurang. Karena, dua tahun kemarin selama pandemi tidak ada event,” pungkasnya. (nis/nik) Editor : Damianus Bram