Dalam kesempatan tersebut, Ganjar menyampaikan ada dua hal yang ditonjolkan yakni sport dan tourism. Suasana indah dan menantang akan menemani perjalanan para peserta. Apalagi kegiatan ini selalu melintasi jalur baru.
“Ini kami lewatkan beberapa kabupaten. Startnya di Solo, lewatnya Boyolali dan sebagainya. Ini memang tidak ringan. Sampai di hari kedua ini kami akan melalui desa wisata. Jadi tournya menarik,” ungkap Ganjar.
Sudah ada koordinasi antara pemprov dengan para bupati atau walikota yang daerahnya akan dilewati. Dalam event ini, mereka diminta untuk mempromosikan destinasi wisata masing-masing. Boleh juga kuliner, kesenian, atau sesuatu yang bisa mencuri perhatian.
“Maka kami dorong lagi untuk daerah membuka pariwisata dengan event ini,” ucap Ganjar.
Ikut melepas para pesepeda, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengaku pasca pandemi Kota Bengawan memang tengah menggenjot sport tourism. Salah satu caranya lewat event Tour de Borobudur yang digelar selama dua hari ini.
Gibran mengatakan imbas dari kegiatan ini luar biasa. Termasuk, meningkatnya keramaian pengunjung hotel di Solo. “Yang penting banyak yang menginap di Solo (para peserta),” singkat Gibran.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Bank Jateng Tour de Borobudur Hendra Dharmanto mengatakan sebagai komunitas sepeda mendukung program sport dan tourism dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sehingga sektor tersebut mampu bangkit kembali dari keterpurukan imbas Covid-19.
“Tema yang diusung kali ini Recover Together Recover Stronger. Dalam event ini, kami memberikan kemudahan pada para atlet untuk mengukir prestasi. Caranya dengan menggratiskan pendaftaran dan memberikan hadiah maksimal,” ungkapnya.
Diinformasikan, event TBD dihiasi oleh 1.500 peserta. Mereka akan menempuh jarak 135 kilometer (hari pertama) dan 104 kilometer (hari kedua). Menariknya, jersey keren pesepeda tersebut dirancang oleh anak berkebutuhan khusus (ABK) yang bergabung dengan Zoleka.
“Kami memberdayakan ABK dengan menjaring mereka melalui sebuah program lomba gambar dengan pendampingan khusus. Untuk melukis pernah pernik dan land mark pariwisata Jawa Tengah,” terang Hendra. (nis/dam) Editor : Damianus Bram