Mereka adalah middle blocker Shindy Sasgia Dwi Yuniar Liswanti (Jakarta Elektrik PLN), Agfarida Desi Maharani (Jakarta Popsivo Polwan), dan Netty Dyah Puspitarani (Gresik Petrokimia). Plus outside hitter Ersandrina Devega Salsabila (Gresik Petrokimia).
Untuk atlet putra di antaranya duo setter milik Kudus Sukun Badak, yakni Aji Maulana dan Viko Zulfan Aditya. Kemudian middle blocker Dhani Anggriawan (Jakarta BNI 46) dan Elvin Fajar Baruna (Jakarta Allow Bank Lavani).
"Ada yang masih aktif berlatih (di Vita), namun beberapa di antaranya sudah tidak latihan aktif karena sekarang ikut tim tempat dinasnya bekerja. Namun statusnya masih di Vita," ungkap Sekretaris Vita Solo Ardhiansyah kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (4/1/2023).
Bicara soal kemampuan rasanya tak perlu diragukan lagi. Jika tim sekelas Proliga tertarik dengan atlet binaan Vita, mengingat klub ini rutin melahirkan atlet potensial. Prestasi Vita di Liga Bola Voli Indonesia (Livoli) juga cukup diperhitungkan.
"Pada intinya semoga mereka bisa memberikan yang terbaik untuk tim yang mereka bela. Semoga bisa memperoleh prestasi terbaik untuk mereka dan timnya juga," imbuh Ardhiansyah.
Sebagai informasi, kompetisi proliga putaran pertama akan berlangsung mulai 5-22 Januari mendatang. Digelar di tiga kota yakni Bandung, Purwokerto, dan Palembang.
Selanjutnya, di putaran kedua terlaksana di daerah yang berbeda yakni Gresik, Malang, dan DIJ, mulai pada 2-19 Februari. Sementara itu, Kota Solo tak ketinggalan menjadi tuan rumah. Tepatnya ketika final four mulai 23 Februari hingga 12 Maret. Selain Kota Bengawan, ada juga Gresik dan Semarang. Sementara itu, partai puncak Proliga akan menghiasi DIJ, 18-19 Maret mendatang. (nis/nik) Editor : Damianus Bram