Jonatan yang unggul 21-16, 21-15 setelah bersaing selama 39 menit atas pebulu tangkis peringkat ke-26 itu.
Kemenangan Jonatan ini berkat teknik dan pola permainan yang konsisten sejak awal pertandingan. Beruntung strategi yang dia mainkan langsung in dan membuat Vito kewalahan.
Poin mereka sempat berkejaran pada awal game, namun pemain yang akrab disapa Jojo itu menunjukkan dominasinya setelah unggul 8-5. Pertandingan yang baru berjalan sekitar 10 menit, membuat Vito masih bersemangat untuk mengejar ketertinggalan.
Vito sempat mencuri keunggulan lewat skor 8-11 yang didapatkan setelah membalas perebutan tiga poin berturut-turut atas Jonatan.
Namun, Jonatan kembali membalas dengan mendulang empat poin beruntun dan kembali memimpin lewat skor 14-11. Keunggulan itu terus ia pertahankan hingga game pembuka usai dengan skor 21-16.
Game kedua bukan menjadi waktu yang baik bagi Vito yang sudah kehilangan soliditas permainan. Ia menjadi bulan-bulanan rekan sepelatnasnya dan tak mampu memberi perlawanan yang sepadan.
Satu-satunya keunggulan yang dipegang Vito ialah skor 0-1 yang didapat lewat smash menyilang kepada Jonatan. Namun setelahnya, Jonatan membalas secara keji dengan memetik tujuh poin beruntun untuk mengubah kedudukan menjadi 7-1.
Jonatan terlihat tak ragu-ragu memberi tekanan yang menyulitkan kepada rekannya di Pelatnas Cipayung itu. Meski telah mengunci dominasi, namun Jonatan tetap memilih bermain dengan sabar dan tak terburu-buru mengeksekusi permainan lawan.
"Kami sudah biasa bertemu di latihan, kalau sekarang bedanya bertemu di Istora. Jadi kami sudah sama-sama saling tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing," ujar Jonatan.
Sementara, usai pertandingan Vito mengaku tidak bisa mengeluarkan kemampuan maksimal saat menghadapi Jonatan.
"Permainan hari ini bisa dibilang tidak maksimal dan banyak melakukan kesalahan sendiri," kata Vito.
Vito yang secara peringkat lebih inferior dibanding rekan pelatnasnya itu, dipaksa untuk keluar dari zona persaingan Indonesia Masters 2023.
Melihat kekurangan yang begitu menonjol dalam laga hari ini, Vito akan mengevaluasi permainannya dengan pelatih. Ia berkeinginan agar tidak mengulangi kesalahan serupa pada perseteruan dengan rekan senegara.
"Ke depannya harus lebih disiplin dan fokus. Untuk pertandingan selanjutnya hal-hal seperti ini tidak boleh terulang lagi," ungkap pebulu tangkis asal klub PB Djarum Kudus itu.
Dengan kekalahan Vito, maka tunggal putra Indonesia menyisakan dua wakil yang melaju hingga babak perempat final turnamen level BWF Super 500 itu.
Pada babak delapan besar Jumat (27/1), Jonatan akan bersua dengan pebulu tangkis asal India Lakshya Sen. Tunggal putra Indonesia lainnya ialah Chico Aura Dwi Wardoyo, yang akan menghadapi pebulu tangkis Kanada Brian Yang. (antara/ria) Editor : Syahaamah Fikria