Kali ini mereka fokus untuk beradaptasi dengan aturan baru. Pasalnya aturan tahun ini sangat berbeda dengan aturan lama.
Ketua Harian Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Surakarta Mochammad Burhannudin mengatakan, atlet harus membiasakan dengan aturan baru. Baik secara reflek atau teknik, atlet perlu menguasai hal tersebut.
"Aturan baru itu seperti sistem penilaian yang berbeda. Dalam sisi jatuhan juga berbeda. Secara tekniknya juga berbeda (aturan). Jadi memang harus dipelajari tekniknya. Karena tekniknya baru. Fokus kami di situ. Kami perlu adaptasi lagi dengan peraturan baru," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Dalam pelaksanaan porprov sendiri, cabor pencak silat Solo akan mengikuti 14 nomor pertandingan. Nomor-nomor itulah yang dulu lolos saat pra-kualifikasi porprov pada November 2022 lalu. Tapi salah satu nomor ternyata mendapatkan wildcard atau langsung lolos, yakni nomor B putri.
"Pada saat itu kami berhasil menjadi juara umum kedua. Kami mendapat tiga medali emas, empat perak, dan dua perunggu. Selisih tipis dengan Semarang," bebernya.
Dalam tim porprov, cabor pencak silat punya tim inti dan cadangan. Nantinya 16 pesilat akan mewakili Kota Bengawan di arena.
"Di pra porprov kemarin itu kelolosan kelas atau nomor, jadi kami bisa mengganti atlet. Tapi Insya Allah tidak ada perubahan nama. Biasanya kalau sampai mengganti atlet itu karena cedera. Mudah-mudahan dari latihan hingga nanti porprov tidak ada yang cedera," harap pria yang akrab disapa Burhan tersebut.
Jelang terjun di ajang ini, saat ini para atlet masih menjalani latihan rutin. Meski di sebelumnya sempat masuk di bulan puasa, mereka tetap memoles fisik maupun teknisnya.
"Selain itu kami juga sudah sering try out and try in. Terakhir kami ikuti ajang uji coba dengan atlet SEA Games di GOR FKOR UNS. Ini juga dalam rangka melihat sampai mana kemampuan atlet Solo," tambahnya.
Soal target, cabor silat Kota Solo membidik posisi sebagai juara umum. Untuk mencapai itu, paling tidak para atlet harus berburu tujuh emas.
"Kami sudah tahu lawan kami seperti apa dari pra porprov kemarin. Kalau melihat hasil pra porprov, semua merata. Tidak ada yang mendominasi (secara besar)," ujarnya. (nis/nik) Editor : Damianus Bram