Osanando Naufal Khairudin memperkuat cabor taekwondo. Sementara dua lainnya dari kick boxing yakni Firman Muharram Syach dan Alfiandi. Sedangkan Khoirudin Mustakin dari Klaten terjun ke cabor pencak silat.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta Lilik Kusnandar mendukung atlet-atlet dari Solo berlaga di kancah internasional. Caranya dengan berupaya untuk terus memberikan dorongan semangat dan moral bagi mereka.
"Tujuan kami membina atlet kan kalau bisa go internasional. Jadi tetap kami dorong mereka. Siapapun itu dan atlet apapun itu," tambahnya.
Dalam ajang bergengsi ini, Lilik meletakkan harapan kepada tiga atlet tersebut. Harapannya mereka bertiga pulang dengan membawa medali. Mengharumkan merah putih sekaligus Kota Solo. Apalagi, bela diri merupakan cabor unggulan di Solo.
"Sejak dulu memang Solo unggulannya bela diri. Setiap kota kan pasti punya spesialis sendiri. Disesuaikan dengan tipe daerah, di samping itu juga sarana dan prasarananya," jelas Lilik.
Menurut Lilik, potensi atlet bela diri di Solo memang luar biasa. Apalagi dalam perkembangannya, atlet didukung dengan sarana prasarana yang komplet.
"Setiap gelaran pekan olahraga provinsi (porprov), yang banyak menyumbangkan medali untuk Solo ya cabor bela diri itu," tambahnya.
Banyak cabor bela diri yang ada di Solo. Misalnya anggar, wushu, karate, taekwondo, kick boxing, dan lain sebagainya. Begitu pula dengan jumlah atletnya. Mungkin bisa mencapai ribuan.
"Ini saja kontingen Porprov Solo ada 500-an. Hampir separonya itu merupakan atlet bela diri dari 16 cabor. Nah, di porprov nanti kami targetkan juara. Target itu harus tinggi," tambahnya.
Di bagian lain, Osanando Naufal optimistis bisa mendulang medali di ajang Sea Games di Kamboja ini. Dengan modal persiapan panjang, Osanando tak mau tanggung dalam membidik target. Medali emas menjadi target utama.
"Untuk persiapan, saya mengikuti pelatnas. Tidak putus dari Sea Games kemarin di Vietnam. Saya juga melakukan beberapa tryout maupun training camp di berbagai negara. Di Perancis, Belgia, Bulgaria, Serbia, dan Australia," kata Osanando kepada Jawa Pos Radar Solo belum lama ini.
Kalau soal latihan, Osanando memulainya sejak pagi hari. Fisiknya terus dipoles. Begitu pula saat sore hari. "Kemudian ada tambahan self training di latihan malam. Serta ada pendampingan dari psikologi olahraga dan ahli nutrisi," katanya.
Di Sea Games ini, atlet kelahiran 22 Februari 2000 itu akan terjun di nomor kyurugi kelas under 80 kilogram (kg) putra. Dia mengaku siap merebut emas di nomor tersebut.
"Melihat dari Sea Games kemarin di Vietnam, kelas 80 waktu itu dijuarai oleh atlet asal Malaysia. Tapi pada Sea Games tahun ini saya yakin bisa merebut medali emas di kelas 80 kg putra. Karena sudah mempunyai bekal yang sangat cukup. Kami mohon doanya dari masyarakat Indonesia," tegasnya.
Sebagai informasi, Osanando telah menggeluti cabor taekwondo sejak kecil. Tepatnya saat dia masih duduk di bangku kelas 1 SD. Dari dulu hingga sekarang, Osanando mendapatkan banyak manfaat dari olahraga ini. Badannya lebih sehat dan tidak mudah sakit.
"Keuntungannya bisa berprestasi lewat taekwondo. Dapat kuliah dan sekolah beasiswa. Bisa keliling dunia juga gratis," kata atlet klub Dojang Kuguryo Manahan itu.
Meski banyak mendapat manfaat, Osanando pernah mengalami sejumlah tantangan. Yang mengharuskannya konsisten dengan pilihannya dan bertahan saat bosan ataupun jenuh dengan rutinitas latihan.
"Ya kadang butuh melupakan taekwondo sejenak. Dengan cara jalan-jalan, beli makanan yang diinginkan, nongkrong,lalu kembali fokus lagi ke tujuan," imbuhnya. (nis/bun/dam) Editor : Damianus Bram