Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Festival Goara-Goara Inovasi Dosen UTP, Lestarikan Permainan dan Olahraga Tradisional

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 17 Juni 2023 | 04:34 WIB
Para mahasiswa di Festival Goara-Goara di Gedung Olahraga dan Seni UTP Surakarta, Plesungan, Karanganyar, Jumat (16/6/2023). (SEPTIAN REVFINDA/RADAR SOLO)
Para mahasiswa di Festival Goara-Goara di Gedung Olahraga dan Seni UTP Surakarta, Plesungan, Karanganyar, Jumat (16/6/2023). (SEPTIAN REVFINDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM- Goara-Goara mungkin masih asing di telinga masyarakat. Goara-goara merupakan singkatan dari gabungan olahraga tradisional yang diciptakan oleh Slamet Santoso, dosen Pendidikan Jasmani Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta.

Ide tersebut tercetus karena melihat anak-anak di zaman modern sekarang lebih tertarik bermain gadget. Anak lebih suka menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar gadget untuk berselancar di dunia maya, dibandingkan bermain bersama teman-temannya dengan melakukan aktivitas outdoor.

“Saya melihat anak-anak zaman sekarang sangat berbeda dengan masa kecil saya dulu. Permainan engklek, petak umpet, balap karung, betengan bahkan lompat tali sudah jarang. Saya jadi berpikir bagaimana menciptakan permainan tradisional yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, termasuk anak-anak, yang bisa dimainkan di era modern ini,” papar Slamet, Jumat (16/6/2023).

Dia merasa sedih ketika anak-anak zaman sekarang tidak lagi mengenal permainan tradisional. Bahkan tak sedikit orang tua yang membiarkan anaknya menghabiskan waktu bersama gawai. Hal ini menyebabkan anak-anak tidak lagi mengenal permainan tradisional.

“Padahal kalau kita kaji kembali, banyak permainan tradisional di Jawa Tengah ini. Disitulah saya merasa sedih dan sayang, siapa yang nantinya melestarikan permainan tradisional ini,” ungkap Slamet.

Berkaca pada fenomena tersebut, Slamet berupaya melestarikan permainan atau olahraga tradisional dengan Festival Goara-Goara.

Dalam festival ada permainan rangku alu, balap karung, lompat tali bertahap/bertingkat, sunda manda/engklek, permainan lompat tali berputar, egrang bambu, boy-boyan dan panjat bambu yang dimainkan secara bertahap dan berkesinambungan dalam waktu yang secepat-cepatnya.

Goara-Goara memiliki pesona dan keunggulan yang memiliki unsur-unsur seperti keindahan, kelincahan, kecepatan, kekuatan, kecermatan, kelenturan, keseimbangan, ketepatan, ketekunan, pantang menyerah dan keberanian.

Goara-goara ini bisa dimainkan secara individual maupun beregu yang dikemas dalam sebuah kompetisi.

“Harapannya, Festival Goara-Goara ini mampu menjadi salah satu motor penggerak kebangkitan permainan maupun olahraga tradisional, memupuk jiwa patriot, pelopor dan mandiri. Khususnya bagi para pemain, serta membantu memajukan sektor pariwisata di Indonesia”, harap Slamet. (ian/wa)

 

  Editor : Tri Wahyu Cahyono
#UTP #olahraga tradisional #festival goara goara #slamet santoso dosen pendidikan jasmani utp #Permainan Tradisional