RADARSOLO.COM - Persaingan ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2023 di eks Karesidenan Pati ternyata begitu ketat. Kota Solo gagal jadi juara umum.
Kontingen Kota Solo harus finis di posisi ke-3 di Porprov Jateng 2023, dengan raihan 78 emas, 72 perak, 98 perunggu.
Total raihan 248 medali ini, ternyata kalah jauh dari Kota Semarang (total 461 medali) yang jadi juara umum dengan raihan 186 emas, 138 perak, 137 perunggu.
Posisi runner up, ternyata diraih kontingen Kab Grobogan yang mendulang 100 emas, 80 perak, 77 perunggu.
Di eks Karesidenan Surakarta posisi Solo lebih baik dari kabupaten tetangga. Mulai dari Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri (raihan medali lihat grafis).
Beberapa cabor andalan Kota Solo sukses unjuk gigi. cabor anggar Solo menjadi juara umum dengan raihan 12 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Anggar Kota Solo superior karena tak memberikan satupun medali emas ke daerah lain.
Juara umum juga diraih tim pencak silat Kota Solo. Bertanding di GOR Mbesi Rembang, pesilat Kota Bengawan memborong 6 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.
Medali emas direbut Nadia Haq Umami di kelas tunggal putri dan Zidni Rahma Amaly di kelas E putri, Ginting Baharudin (D putra), dan Maaliki Istiqlal di kelas B putra.
Ditambah empat medali emas diraih ganda putra (Ahmad Muzaki, Arif Mubarok), lalu beregu putri (Khusnul Khotimah, Karomatu Fadhilah, Sisilia Hani Oktavira).
“Alhamdulillah, Kota Solo juara umum silat di Porprov Jateng,” ungkap Pelatih Pencak silat Kota Solo Nur Iskak Al Jufri.
Iskak menggarisbawahi perlu diperhatikan lebih nasib para atlet ini ke depannya. Menurutnya, pembinaan para atlet diperlukan agar mereka tampil lebih baik pada ajang Porprov Jateng mendatang.
Tim berkuda Kota Solo total berhasil meraih 5 emas, 6 perak, dan 8 perunggu di Porprov Jateng 2023.
"Target 5 emas di berkuda sudah tercapai dari target awal. Yang jelas patut disyukuri," ungkap pelatih tim berkuda Kota Solo Muh Husni Tamrin.
Sementara tim panahan Kota Solo finish dengan mendulang 3 emas, 3 perak dan 5 perunggu, setelah berjuang sengit di lapangan Ronggolawe Cepu.
“Hasil ini patut kami syukuri, karena beberapa atlet tidak bisa tampil akibat harus berada di pelatnas. Atlet yang tampil di Porprov ini banyak yang masih berstatus sebagai pelajar dan baru kali ini terjun di event Porprov,” ujar salah seorang pelatih tim Panahan Kota Solo Idya Putra.
Dimas menyumbangkan dua emas dari kelas total kualifikasi compound dan individu compound putra. Satu emas Solo lainnya diraih pepanah Daffa dari kelas total kualifikasi recurve.
Sementara untuk cabor judo, Solo mampu memenuhi target dengan meraih 1 emas 4 perak dan 6 perunggu. Di hari terakhir (11/8) Kepala Dispora Pemkot Solo Rini Kusumandari terlihat datang langsung melihat cabor ini di Gedung SOOS Komplek PPSDM Migas Cepu.
“Kami datang ke Cepu karena materi tim Judo Kota Solo ini juga banyak yang berasal dari Sekolah Khusus Olahraga (SKO), sehingga kami tetap memperhatikan prestasi mereka sebagai calon atlet masa depan,” ujar Rini.
Pelatih tim Judo kota Solo Ananta Hendri mengatakan, raihan ini terbilang kejutan. Apalagi yang tampil di nomor beregu para atlet yang belum banyak pengalaman, yakni pelajar SKO.
“Perjalanan mereka masih cukup panjang. Paling tidak sebagai pengalaman dan menambah jam terbang,” ujar Ananta.
Di lain sisi, beberapa cabor juga sukses mencapai targetnya. Tim putra Rugby Solo meraih medali emas di kelas X usai mengalahkan tim Kabupaten Klaten dengan skor 14-7, partai final di Stadion Krida, Rembang, Kamis (10/8). Di kelas 7s tim putra Solo harus pus raih perak, setelah kalah dari Klaten
"Banyak yang cedera, tapi kami menge-push diri sampai akhirnya berhasil meraih emas. Apalagi final di kelas X bertemu kembali tim Klaten yang mengalahkan kami di kelas 7s. Yang jelas, pastinya bersyukur akhirnya bisa meraih emas," ujar kapten nomor X Rugby Solo Hizkia. (nik)