RADARSOLO.COM – Sasana Wushu Eagle Fist Kungfu Fighting Solo memborong 28 medali dalam kejuaraan International Wuzuquan South Shaolin Traditional Competition 2023 di Jakarta, 9-11 September.
Pelatih Eagle Fist Shifu Jonathan Hendryk ikut terjun di kelas D putra. Sepulang dari Jakarta, Jonathan membawa dua medali, yakni perak dari kelas tangan kosong, serta perunggu dari kelas senjata kembar.
"Saya main di kelas veteran D, usia 40-55. Tantangannya pesertanya banyak yang sudah guru besar. Waktu muda mantan atlet-atlet juara. Ada 19 peserta dari tujuh negara, termasuk Indonesia," imbuhnya.
Jonathan tak berangkat sendiri. Di kelas lainnya ada 15 atlet yang terjun dari kelas D putra, C putri, B putri, b putra, A putra.
Total sasana ini meraih 7 emas, 8 perak,dan 13 perunggu.
Stevan Christian meraih dua emas dari kelas A putra, yakni untuk nomor tangan kosong, dan senjata kembar.
Sementara lima emas lainnya diraih oleh Olivia Jocelin (senjata pendek kelas B putri), Edward Ivan Sunardi (senjata kembar kelas B putra), Glenn Christensen Santoso (tangan kosong selatan kelas B putra), Lionel David Chandra (tangan kosong kelas A putra), dan Clarissa Alodia Kayana (senjata kembar).
"Awalnya saya hanya menargetkan lima medali emas. Mengingat berdasarkan pengalaman saya sebelumnya pernah bertanding di Quanzhou China, 2015 dan 2019, lawan-lawan dari luar negeri sangat tangguh. Lawan dari dalam negeri pun banyak yang lebih tangguh juga," ungkapnya.
Bukan hanya itu, Jonathan mengaku lawan dari sesama Indonesia juga banyak yang tangguh. Karenanya, tak ada yang bisa diremehkan dalam agenda ini.
Setelah laga ini belum ada agenda terdekat. Namun andai sudah ada kepastian, sasana ini dipastikan akan kembali ikut serta, dan kembali menargetkan meraih medali sebanyak-banyaknya.
"Tentunya ingin selalu menjadi juara lagi dan akan berlatih lebih giat lagi. Semoga hasil pertandingan di kemudian hari mendapatkan hasil yang lebih baik," imbuhnya. (nis/nik)
Editor : Andi Aris Widiyanto