RADARSOLO.COM-Alwi Farhan tidak hanya mengharumkan nama keluarganya di Pasar Kliwon, Kota Solo. Tapi juga bangsa Indonesia.
Pemuda yang memiliki semangat juang itu moncer di BWF World Junior Championship The Podium Arena, Spokane, Washington, Amerika Serikat, Minggu malam (8/10/2023).
Diketahui, sejak 1992-2022 Indonesia belum pernah menjuarai tunggal putra di kejuaraan dunia. Mimpi tersebut akhirnya diwujudkan Alwi setelah menaklukkan wakil Tiongkok Hu Zhe An.
Disambangi dirumahnya Jalan Bengawan Solo, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Muhammad Anis, ayah Alwi Farhan banyak bersyukur atas pertolongan Allah SWT yang mengantarkan putra bungsunya menjadi juara dunia.
"Sebelum ke Amerika, dia (Alwi Farhan) sangat fokus mempersiapkan kompetisi ini. Persiapannya di-push. Jadi segala detail kecil jadi perhatian dari tim kepelatihan," ungkap Anis, sapaan akrabnya, Senin (9/10/2023).
Sejak kanak-kanak, kata Anis, si bungsu memiliki karakter berapi-api ketika menggeluti sesuatu.
"Anaknya suka tantangan. Termotivasi untuk membuktikan kemampuannya. Jadi ini adrenalin. Nah, adrenalinnya dia harus disalurkan. Tipikalnya seperti itu," beber Anis.
Prestasi demi prestasi Alwi saat ini, tidak raih dengan mulus. Dia pernah kecewa karena gagal menjari juara. Tapi itu hanya sesaat.
"Jadi bukan down yang terpuruk. Alhamdulillah tidak seperti itu. Kecewa gagal juara, hanya satu dua hari. Tapi bangkit lagi. Motivasinya besar. Ini passion, ini hiburannya, ini dunianya. Pilihannya di sini," tambahnya.
Komunikasi antara pemuda 18 tahun itu dengan keluarganya juga berjalan lancar. Alwi selalu meminta doa kepada orang tuanya. Hal tersebut menjadi kunci suksesnya.
Dia ikut kepelatihan mulai kelas III sekolah dasar (SD). Berbarengan dengan latihan sepak bola.
"Dia dari kecil tidak memulai di bulu tangkis, tapi klub sepak bola. Dia kaptennya Popda Solo. Kakaknya dulu pernah main bulu tangkis. Jadi Alwi ikut belajar. Fisiknya sudah terbentuk di sepak bola. Jadi mungkin kemampuan fisiknya lebih unggul dibandingkan teman sebayanya," papar Anis.
Naik kelas IV hingga VI SD, Alwi lebih banyak mengukir prestasi di bulu tangkis. (nis/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono