RADARSOLO.COM - Dalam rangka mengubah kebiasaan sekaligus menyehatkan masyarakat, Pekan Olahraga Kecamatan Banjarsari 2023 resmi dibuka, Minggu (22/10). Memperlombakan enam cabang olahraga (cabor) dalam tiga pekan.
Camat Banjarsari Beni Supartono Putro menyebut enam cabor diselenggarakan di venue yang berbeda. Sepak bola di Lapangan Prawit dan Stadion Mini Cengklik. Futsal di Asia Minisoccer, Ngipang, Kadipiro. Bola volly dilangsungkan di Lapangan Brabasan, Sadon.
Sementara Bulu Tangkis di Arena Kedut, Banyuayung, Kadipiro. Kemudian tenis meja di GOR UTP Surakarta. Sementara basket diselenggarakan di GOR SMP Warga Surakarta.
"Pelaksanaannya sampai 12 November. Karena kami selesaikan per cabor. Jadi tidak tumpuk-tumpuk. Fokus per cabornya dahulu. Ini tadi sudah dimulai tenis meja," beber Beni saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Minggu (22/10).
Penyelenggaraan event ini bukan tanpa tujuan. Salah satu goals-nya untuk menciptakan pemuda yang tangguh dengan olahraga dan budaya.
"Kemudian yang ingin kami tuju secara garis besar adalah mengubah pola masyarakat. Dalam hal ini pemuda pemuda kami. Menyediakan event seperti ini bisa mengubah pola," papar Beni.
Pola yang dimaksud adalah kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang acuh terhadap olahraga. Termasuk menghabiskan waktunya hanya nongkrong tanpa aktivitas fisik.
"Contoh saja yang biasanya nongkrong-nongkrong. Sore nya tanpa aktivitas fisik. Kemudian ketika ada event seperti ini mereka mulai latihan. Latih tanding hingga sparing. Sehingga ini mengubah pola harapannya masyarakatnya pada sehat. Yen podo sehat otomatis biaya berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Seperti BPJS, KIS, segala macam bisa signifikan berkurang. Tapi di awali dari mengolahragakan masyarakat," imbuhnya.
Beni menyebutkan masing-masing kelurahan mengirim kurang lebih 50 atlet. Mereka merupakan atlet terbaik di setiap kelurahan.
"Sebenarnya tidak kami batasi umur. Tapi kelurahan yang mengirimkan tentu selektif. Tentu berdasarkan kemampuannya. Biasanya yang terbaik, biasanya anak anak muda," sambungnya.
Disinggung soal antusiasme, Benny mengklaim masyarakat Banjarsari menyambut kegiatan ini dengan luar biasa. Buktinya, mereka langsung berbondong-bondong menyiapkan tim masing-masing.
"Ini sudah tahun kedua. Tahun kemarin sudah diadakan kemudian ada evaluasi. Tahun ini kami adakan lagi. Animo masyarakat luar biasa. Pergerakan masyarakat menuju titik titik latihan saat ini bergerak ke sana. Harapannya ke depan event ini tidak hanya di level kecamatan saja. Tapi juga ke Kota," ujar Beni. (nis)
Editor : Damianus Bram