RADARSOLO.COM - Pemilu 2024 telah berlangsung, Rabu (14/2/2024). Siapapun yang bakal memimpin negara ini, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia berharap olahraga disabilitas tetap setara dengan non-disabilitas.
Wasekjen NPC Indonesia Rima Ferdianto mengatakan pihaknya benar-benar berharap yang terpilih bisa meneruskan program Presiden Joko Widodo.
Ia bercerita, masih teringat di memori mereka, dimana Jokowi mengangkat harkat dan martabat penyandang disabilitas sebagai atlet.
"Sebelum 2014, apalagi sebelum 2011 kami benar-benar marginal sekali. Seperti olahraga pelengkap, jadi bukan dipandang sebagai olahraga yang serius. Atlet disabilitas juga belum profesi yang serius. Tapi sejak 2014, setelah pulang dari Myanmar itu pak Jokowi benar-benar menyetarakan para atlet disabilitas dan non disabilitas," beber Rima kepada RadarSolo.com.
Pemerintah pusat saat ini, lanjutnya, sudah sangat luar biasa untuk olahraga disabilitas.
Kendati demikian, pihaknya ingin pemerintah pusat melalui Kemenpora ataupun Kemendagri memberikan pengertian ke pemerintah provinsi.
Bahwa di sana banyak NPC provinsi yang membina atlet-atlet potensial, namun masih banyak termarginalkan di level daerah.
"Jadi tidak seperti di pusat yang sudah benar-benar setara. Banyak daerah yang susah mendapatkan anggaran pembinaan. Apalagi yang terpencil, mereka berlatih sendiri tanpa anggaran dari siapapun. Kami berharap para atlet tersebut mendapat perlakuan yang adil dan setara," sambungnya.
Di sisi lain, banyak atlet NPC yang menggunakan hak suaranya, Rabu (14/2/2024).
Rima menyebutkan ada sekira 100-an lebih atlet dari pemusatan latihan daerah (pelatda) Jawa Tengah dan pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang mengurus pindah memilih.
"Mereka KTPnya tidak asli sini, jadi mengurus surat memindah. Lokasi TPSnya tersebar. Ada yang di dekat hotel atlet menginap, ada juga yang memang sudah TPS lainnya," beber Rima.
Karena tercatat sebagai daftar pemilih tambahan, Rima mengatakan atlet-atlet hanya bisa mencoblos kandidat presiden-wakil presiden.
"Mereka tidak nyoblos caleg. Meski begitu, saya amati mereka semua tetap antusias sekali. Mereka berbondong-bondong ikut (nyoblos, red)," ujarnya.
Secara terpisah, atlet para bulutangkis asal Solo Fredy Setiawan melakukan pemilihan umum di TPS 3, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari.
Fredy berharap pemimpin mendatang bisa lebih memperhatikan atlet disabilitas. Juga memberi dukungan dari segala aspek yang dibutuhkan.
"Dan perlu perhatian khusus. Juga saya harap tidak ada perbedaan sama yang non disabilitas," ujar peraih medali perunggu cabang olahraga para bulu tangkis di Paralimpiade Tokyo 2020 tersebut. (nis)
Editor : Damianus Bram