Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sasana Kungfu Asal kota Solo Raih Banyak Medali di Kejuaraan Wushu di Surabaya

Mannisa Elfira • Kamis, 16 Mei 2024 | 04:16 WIB

 

Sasana Eagle Fist Kungfu Fighting Solo dalam ajang CWSI Cup 2024 Piala KONI Jatim, 10-12 Mei lalu.
Sasana Eagle Fist Kungfu Fighting Solo dalam ajang CWSI Cup 2024 Piala KONI Jatim, 10-12 Mei lalu.

 

RADARSOLO.COM  Regenerasi kungfu di Kota Bengawan tak pernah ada habisnya. Potensi-potensi atlet muda terus bermunculan. Bibit emas tersebut perlu dipoles secara berkelanjutan, salah satunya di Sasana Eagle Fist Kungfu Fighting Solo.

Pendiri dan guru besar Sasana Eagle Fist Kungfu Fighting Solo Shifu Jonathan Hendryk Setyawan melihat banyak atlet yang mumpuni.  Dengan catatan tersebut, maka atlet bisa berkembang. Apalagi jika ditambah antusiasme yang tinggi saat berlatih.

"Banyak yang potensial dan antusias," bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (15/5/2024).

Salah satunya potensi berada pada atlet termudanya, Jimmy Jefferson Liem. Anak berusia 7 tahun tersebut baru saja mengikuti kompetisi wushu bertajuk CWSI Cup 2024 Piala KONI Jatim di Surabaya, 10-12 Mei lalu. Ajang tersebut merupakan kompetisi pertamanya.

"Cukup memuaskan sebagai pengalaman pertama untuk pembuka jalannya menuju prestasi. Dia (Jimmy) mendapatkan medali perak juara 2 kelas Tradisional Tangan Kosong Selatan Junior D Putra," ujarnya.

Dalam event tersebut, Jimmy berangkat dengan 12 atlet wushu Sasana Eagle Fish lainnya. Total mereka membawa pulang 9 medali emas, 15 medali perak, dan 11 medali perunggu.

Sembilan emas disumbangkan oleh Kustanto Prayogo Sugianto (veteran putra, siu lim tao), Olivia Ayu Setiadi (senior putri, jurus hewan), Glenn Chistensen Santoso (junior A putra, chum kiu, bart cham dao), Olivia Jocelin (junior A putri, senjata kembar), Lionel David Chandra (junior B putra, senjata pendek), Sakha Rasendriya Cahyadi (junior C putra, senjata pendek), Jason Clark Putra Irawan (junior C Putra, senjata panjang, senjata kembar).

"Yang pasti saya cukup merasa puas dengan hasil medali yang melampaui target saya. Dalam event ini, terus terang saya hanya menargetkan enam medali emas saja," ujarnya.

Dia mengakui persiapan atlet sejatinya kurang maksimal, karena banyak yang persiapannya kurang matang.

“Karena dalam waktu 2-3 bulan ini banyak atlet-atlet yang sedang fokus ujian di sekolah. Juga ada beberapa atlet peserta yang sakit. Jadi banyak persiapan yang kurang maksimal menurut saya. Tapi saya bersyukur ternyata malah melampaui target," jelasnya.

Meski melampaui target, Jonathan juga semakin sadar bahwa semakin tahun semakin ketat persaingannya. Karenanya mereka tidak bisa menganggap remeh semua pesaing-pesaing dari sasana lain.

"Jadi yang perlu kami tingkatkan adalah latihan fisik dan mental. Selain skill jurus materi yang dilatih atau yang dipertandingkan," tambahnya. (nis/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#wushu #Eagle Fist Kungfu #surabaya